kuping kiri

3 Kali Teguran Diabaikan, Satpol PP Janjikan Penyegelan PGTC Hari Ini Juga

3 Kali Teguran Diabaikan, Satpol PP Janjikan Penyegelan PGTC Hari Ini Juga

Cirebonplus.com (C+) – Merasa belum ada kepastian tentang eksekusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon terhadap Pusat Grosir Tegalgubug Cirebon (PGTC), warga Tegalgubug resah. Tak mau berlarut-larut dalam kabar ketidakpastian, masyarakat puj memutuskan untuk melakukan langkah-langkah.

Diawali hari ini (20/12), masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tegalgubug Bersatu (AMTB) mendatangi Kantor Satpol PP sekitar pukul 11.15. Mereka hendak menanyakan tindak lanjut masalah PGTC.

“Kami mewakili masyarakat Tegalgubug menanyakan bagaimana sikap pemkab terhadap alat peraga PGTC yang masih terpasang. Padahal sudah tiga kali Satpol PP menyampaikan surat teguran,” kata Koordinator AMTB.

Kedatangan perwakilan masyarakat Tegalgubug diterima sejumlah pejabat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Mereka pun mendapat penjelasan di ruang rapat Satpol PP.

Dalam kesempatan itu, Kasatpol PP Kabupaten Cirebon, H Ade Setiadi mengakui pihaknya sudah tiga kali memberikan surat teguran kepada pihak PGTC. Tetapi saat dikonfirmasi, alasannya belum menerima surat teguran secara fisik.

Meskipun demikian, pihaknya akan langsung melakukan langkah-langkah tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku. Terutama penyegelan di lokasi pembangunan PGTC.

“Hari ini juga kami kan menyegel lokasi PGTC dengan garis Satpol PP Line guna untuk menindaklanjuti surat teguran yang sudah tiga kali. Kita akan melakukan penutupan dengan cara menyegel,” tegas Adi di hadapan perwakilan masyarakat.

Jika sudah disegel dan tetap melakukan aktivitas di situ, maka ia memastikan sebagai tindak pidana. Sehingga tindakannya nanti sudah pada eksekusi pidana.

Sedangkan untuk penurunan alat peraga seperti billboard dan baliho PGTC, sambung dia, akan dilakukan setelah penyegelan. Pasalnya, untuk alat peraga pihaknya sedang memberikan surat teguran kedua.

Janji Satpol PP tersebut disaksikan langsung anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Ahmad Fawaz dan perwakilan perangkat Desa Tegalgubug. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts