kuping kiri

600 Pemuda-Pemudi Digembleng Jadi Anggota Banser, Ustad Ujang: Kami Siap Jaga NKRI

600 Pemuda-Pemudi Digembleng Jadi Anggota Banser, Ustad Ujang: Kami Siap Jaga NKRI

Cirebonplus.com (C+) – Luar biasa. Sebanyak 600 pemuda-pemudi ikut pendidikan khusus paramiliter ala Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cirebon selama tiga hari Jumat-Minggu (4-6/8) di Padepokan Anti Galau Al Buthomi Desa Sinarancang, Mundu.

Selain angka pesertanya yang cukup banyak, dalam kegiatan bertajuk Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) kali ini juga diikuti kaum Hawa. Jumlahnya mencapai belasan.

Pantauan cirebonplus.com, peserta didominasi oleh kelompok usia belia kisaran 17-22 tahun. Mereka dengan seksama mengikuti berbagai gemblengan, baik bersifat teori ideologisasi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) Nahdlatul Ulama (NU) dan Pancasila, maupun bersifat fisik seperti halang rintang, hiking, beladiri, hingga ilmu hikmah.

Ketua GP Ansor Kabupaten Cirebon, Ustad H Ujang Busthomi didampingi Komandan Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Abdurrohman mengatakan, Tujuan Diklatsar adalah melakukan kaderisasi dari tinggkat desa atau ranting, kecamatan, hingga kabupaten. Ia melihat semangat ratusan peserta Diklatsar sangat besar untuk menjadi anggota Banser.

Ujang berharap 600 calon anggota tersebut semua lulus hingga pembaretan. Selanjutnya diharapkan mereka bisa mengabdi kepada NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih jauh ia mengatakan, kaderisasi tidak berhenti pada Diklatsar. Untuk memperkuat diri dan Banser, ia berharap para anggota yang lulus selanjutnya bisa mengikuti jenjang-jenjang kaderisasi berikutnya seperti Susbalan atau Susbanpim

“Dalam Diklatsar mereka dibekali tentang materi Aswaja Annahdliyah, ke-Banser-an, dan bela Negara. Materi-materi itu lebih banyak tentang dasar agar mereka mengerti apa yang harus dilakukan ketika sudah menjadi anggota Banser,” papar dia.

Diklatsar, sambunya, adalah langkah riil dalam menjaga Pancasila dan NKRI, hususnya bagi pemuda-pemudi di  Kabupaten Cirebon. Ini sangat mendesak, karena akhir-akhir ini marak gerakan radikal mengatasnamakan Islam yang mengancam kedaulatan bangsa.

“Kalau bukan kita Ansor dan Banser siapa lagi yang akan menjaga NKRI,” tandasnya. (*)

Laporan: Khairun Yasir

Related posts