kuping kiri

Ada Keterlibatan OJK dan Pegadaian dalam Program Sampah Jadi Emas

Ada Keterlibatan OJK dan Pegadaian dalam Program Sampah Jadi Emas

Cirebonplus.com (C+) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh program Clean and Gold di Kota Cirebon. Menurut Kepala OJK Cirebon, M Lutfi Clean and Gold merupakan gagasan dari TPAKD, dan pihakny ada di dalamnya.

“Apapun bentuk akses keuangan, itu bagian dari program yang kita canangkan di 2018. Rencananya akan kita lakukan di tahun 2019 ini,” ungkap Lutfi.

Lutfi lebih jauh menceritakan program ini. Nantinya tim dari pegadaian akan mendampingi 18 bank sampah yang sudah ada di Kota Cirebon.

Selanjutnya. Kata Lutfi, warga bisa menyetorkan sampah yang sudah dipilah dan bernilai ekonomis kepada bank sampah. “Nantinya mereka akan mendapatkan buku tabungan yang disediakan pegadaian,” ungkap Lutfi.

Yang dicatat dalam buku tabungan itu pun nilai emas yang ditabungkan pada hari tersebut. “Kalau masif, bank sampah ada di semua RW, maka permasalahan sampah akan teratasi,” ungkap Lutfi.

Dikatakan, program ini dicanangkan paling lambat April mendatang. Program lainnya yang dicanangkan bersama pada tahun ini yaitu sosialisasi dan edukasi terkait dengan sekolah pasar modal kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tujuannya agar mereka terhindar dari segala bentuk investasi bodong,” ungkap Lutfi. Dalam kegiatan tersebut OJK akan bekerja sama dengan bursa efek.

Berita sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon mencanangkan program Clean and Gold. Untuk program yang berbasis pengelolaan sampah ini Pemkot Cirebon menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Pegadaian.

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati mengapresiasi OJK dan PT Pegadaian yang turut serta dalam pengelolaan sampah di Kota Cirebon. “Menukar sampah dengan emas. Tentunya saya sangat bersyukur sekali,” ungkap Eti Herawati dalam sosialisasi program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di kantor OJK Cirebon, Rabu (20/2).

Menurut Eti, dengan adanya kegiatan ini, satu persatu permasalahan sampah di Kota Cirebon bisa dituntaskan. Hal itu sejalan dengan visi dan misi Pemkot Cirebon yakni bersih, hijau dan tertib.

Dalam pandangan Eti, diperlukan banyak pembenahan agar Cirebon bisa menjadi kota yang bersih. Pihaknya juga tidak bisa bekerja sendiri. Perlu komitmen bersama untuk bisa mengatasi persoalan sampah di Kota Cirebon ini.

“Salahsatunya tentu saja komitmen dan kepedulian sejumlah stakeholders, baik swasta maupun BUMN yang ada di Kota Cirebon,” ujar Eti.

Eti mengungkapkan, sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Cirebon setiap harinya ada di kisaran 1.000 hingga 1.200 meter kubik/hari. Dengan jumlah yang besar ini, Pemkot Cirebon tentu tidak bisa berjalan sendiri.

Sejauh ini, sambung Eti, di Kota Cirebon sudah ada 18 RW yang memiliki bank sampah. Nantinya bank sampah itu yang akan berperan mengonversi sampah menjadi emas dengan pendampingan PT Pegadaian.

Dengan keterlibatan PT Pegadaian dalam pengelolaan sampah, Eti berharap perlahan tapi pasti Cirebon bisa menjadi kota yang bersih. “Karena masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah dari sampah yang mereka hasilkan,” ungkap Eti.

Dikatakan, jumlah 18 bank sampah masih jauh dari cukup, karena total di Kota Cirebon ada 248 RW. Karena itu, mulai hari ini Eti berharap masing-masing RW bisa mendapatkan sosialisasi dan cara mengelola sampah di lingkungan masing-masing.

“Sehingga akan semakin banyak masyarakat yang justru akan mendapatkan nilai tambah dari sampah yang mereka hasilkan,” pungkasnya. (Dewo/C+2)

Related posts