kuping kiri

Amnesti Yordania, 49 TKI Dipulangkan bersama Anak Hasil Hubungan Tak Resmi

Amnesti Yordania, 49 TKI Dipulangkan bersama Anak Hasil Hubungan Tak Resmi

Cirebonplus.com (C+) – Kebijakan amnesti pemerintah Yordania yang berakhir tanggal 11 Juni 2019, tak mau disia-siakan oleh Pemerintah Indonesia. Melalui KBRI Amman, pemerintah langsung bekerja keras memfasilitasi kepulangan para pekerja migran Indonesia (PMI) bersama anak-anak mereka dari hubungan tidak resmi dengan laki-laki warga negara lain.

Bersamaan dengan ibu dan anak tersebut, juga dipulangkan sejumlah pekerja migran lainnya yang sudah kadaluwarsa masa izin tinggalnya. Sehingga jumlah total WNI yang dipulangkan dalam kloter terakhir program amnesti berjumlah 49 orang.

Dubes RI di Amman, Andy Rachmianto mengatakan pemulangan kali ini merupakan pemulangan tahap keenam atau pemulangan terakhir di masa program amnesti tahun ini.

“Dengan pemulangan tahap terakhir ini, KBRI Amman berhasil mengosongkan penghuni penampungan (zero shelter), yang merupakan catatan pertama sepanjang sejarah perlindungan WNI/PMI di Yordania” kata Dubes Andy dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker.

Sejak dua tahun terakhir, KBRI Amman telah berhasil memulangkan 692 orang pekerja migran, termasuk sejumlah anak-anak. Tahun 2019 melalui program amnesti Pemerintah Yordania, KBRI Amman telah berhasil membantu kepulangan 210 orang pekerja migran yang bermasalah dan 14 orang anak-anak yang lahir dari hubungan yang tidak resmi menurut hukum Yordania.

Dengan adanya kebijakan Amnesti 2019 ini, KBRI Amman telah berupaya keras agar para pekerja migran ilegal yang memiliki anak dari hubungan tidak resmi ini dapat dibantu pemulangannya dan memperoleh status resminya sebagai WNI.

“Pemulangan tahap akhir program amnesti tahun 2019 ini, menandai kejelasan status kewarganegaraan anak-anak para pekerja migran tersebut, setelah sekian lama mereka tidak jelas statusnya” lanjut Dubes Andy. (Redaksi C+/Rilis)

Related posts