kuping kiri

Bagaimana Status Pencalegan Caleg Cantik Terduga Pengedar Sabu, Ini Kata Bawaslu

Bagaimana Status Pencalegan Caleg Cantik Terduga Pengedar Sabu, Ini Kata Bawaslu

Cirebonplus.com (C+) – Salahsatu calon anggota legislatif (caleg) perempuan dari daerah pemilihan (dapil) di Kuningan, RK tertanggkap polisi dalam Operasi Antik 2018 yang digelar Polres Cirebon awal Desember lalu. Hasil penelusuran polisi, perempuan muda nan cantik itu merupakan kurir sekaligus pengedar narkotika jenis sabu.

Lalu bagaimana perihal pencalegannya? Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Abdullah di sela-sela sosialisasi pengawasan partisipatif di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mengambil tindakan. Pasalnya, yang bersangkutan baru menjalani proses hukum tahap awal.

Pihaknya akan mengambil tindakan bila status hukum yang bersangkutan sudah berkekuatan tetap. Jika merujuk pada larangan caleg, maka tidak boleh bagi terpidana dengan ancaman hukum di atas lima tahun penjara.

“Karena ini masih dalam proses, maka kami akan menunggu proses peradilan dulu,” tandas Abdullah.

Abdullah juga mengatakan, masalah tersebut juga tegantung pada partai politik (parpol) pengusung caleg yang bersangkutan. Pilihannya dua, tetap mengusung atau menarik diri.

“Tetapi, kalau menarik diri, yang bersangkutan sudah masuk dalam daftar calon tetap (DCT),” sambung dia seraya berharap kejadian itu menjadi catatan publik untuk menilai caleg mana yang layak dipilih.

Berita sebelumnya,  Polres Cirebon menangkap perempuan diduga berperan sebagai kurir sabu-sabu. Ternyata, perempuan berparas ayu itu adalah salahsatu calon legislatif (caleg) yang sedang ikut berkompetisi pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Perempuan itu adalah RK alias RN, caleg daerah pemilihan (dapil) III Kabupaten Kuningan. Aksi RK rupanya terlacak Satnarkoba Polres Cirebon dan berhasil dibekuk saat bertransaksi di pintu masuk tol Ciperna, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Penangkapan RK dilakukan dalam Operasi Antik 2018 awal Desember 2018 lalu. Polisi menduga perempuan muda itu adalah kurir dan pengedar narkotika jenis sabu-sabu.

Hasil penangkapan, dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,9 gram. Untuk mengungkap lebih jauh peran dan jejaring RK, polisi terus mendalami dari keterangan pelaku.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto, dalam konferensi pers pemusnahan barang haram di Stadion Ranggajati, Sumber, Cirebon Kamis (20/12), mengatakan bahwa RK adalah salahsatu tersangka dari total 13 tersangka dalam 9 kasus penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. “Dari keterangan tersangka RK, dia mengaku jadi kurir dan pengedar narkoba baru enam bulan,” ungkap Suhermanto, Kamis (20/12). (Dewo/C+3)

Related posts