kuping kiri

Banyak Desa Belum Bisa Bikin RAB, TA-PM Dorong Pelatihan Khusus

Banyak Desa Belum Bisa Bikin RAB, TA-PM Dorong Pelatihan Khusus

SUMBER (Ci+) – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TA-PM) melakukan evaluasi terhadap persoalan-persoalan yang muncul di desa, terutama terkait realisasi Dana Desa (DD). Di antara yang menonjol adalah banyak desa yang belum bisa membuat sendiri Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk pembangunan fisik.

Meskipun tidak sampai menimbulkan persoalan serius, tetapi sedikit mengganggu pembangunan. Sejauh ini RAB yang dibuat desa sebagian ada yang tidak sesuai dengan standar, baik konsep maupun harga satuan dan jumlah kebutuhan materialnya.

“Misal, untuk membangun jalan, kebutuhan materialnya secara detil berapa? Untuk 1 meter jalan dengan ketebalan sekian, butuh batu berapa, butuh pasir berapa, dan lain-lain. Banyak yang penghitungannya global, tidak spesifik,” kata Tenaga Ahli Pengembangan Ekonomi Desa (TA-PED) Muhdis Samsul Rifai SE didampingi Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif (TA-PP) Mukdi SKomI, dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa (TA-PMD) Repelita Iwan Kusuma, Sein (2/1).

Beruntung masalah tersebut bisa segera dideteksi, sehingga oleh para stakeholders segera dicarikan solusinya. Untuk kecamatan yang sudah ada Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PDTI), bisa langsung didampingi.

Namun sayang, kata dia, saat ini jumlah PDTI hanya beberapa kecamatan. Padahal kebutuhannya setiap kecamatan 1 orang.

“Setelah diketahui banyak desa yang RAB-nya belum tepat, langsung dicarikan jalan. Desa-desa tersebut melakukan konsultasi dengan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR). Sebab, untuk menghitung RAB butuh kemampuan orang teknik sipil,” ujar dia.

Dikatakan, konsultasi ke dinas terkait hanyalah solusi sementara. Selain dibutuhkan Pendamping Desa dengan spesifikasi teknik infrastruktur, pemerintah desa juga harus punya kemampuan sendiri dalam menyusun RAB program pembangunan fisik.

Pelatihan khusus tentang pembuatan RAB, sambungnya, dianggap solusi tepat jangka panjang. Pelaksananya tentu instansi terkait.

Jika desa sudah mampu membuat RAB dengan benar dan tepat, maka bisa melakukan efisiensi dalam realisasi Dana Desa. Pembangunan fisik juga bisa berjalan lancar tanpa ada masalah berarti. (Ci+111)

Related posts