kuping kiri

Banyak Kader Struktural NU Nyalon Bupati, Kang Aziz Merespons Positif

Banyak Kader Struktural NU Nyalon Bupati, Kang Aziz Merespons Positif

Cirebonplus.com (C+) – Sejumlah tokoh struktural Nahdlatul Ulama (NU) muncul sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Cirebon. Mereka berasal dari struktural pengurus cabang (PC) maupun lembaga yang ada di NU.

Sebut saja Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU H Royandi, yang mendaftarkan diri menjadi bakal calon wakil bupati (cawabup) PKB. Berikutnya ada nama HM Nuruzzaman, Wakil Ketua Pengurus Pusat (PP) GP Ansor yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati lewat Partai Gerindra.

Nama lainnya Wakil Ketua Lazisnu Jawa Barat H Satori yang merupakan 1 dari 3 nama yang masuk seleksi PKS untuk calon bupati. Ada pula Wakil Bendahara PCNU Kabupaten Cirebon, H Tarmadi yang menjadi salahsatu nama bakal calon bupati terkuat dari PDIP.

Tiga nama bakal calon bupati berikutnya merupakan pengurus PCNU Kabupaten Cirebon yang semuanya masuk jajaran A’wan atau Dewan Pakar, yakni H Rakhmat (Golkar), H Kalinga (Gerindra), dan Nana Karnadi (Demokrat). Sedangkan satu nama lainnya adalah MF Fahrurozi, ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Cirebon yang nyalon wakil bupati di PKB.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi menganggap positif banyaknya tokoh struktural NU yang menjadi bakal calon, baik bupati maupun wakil bupati. Itu artinya, banyak tokoh dari kalangan NU yang memiliki niat luhur memajukan daerah dan punya pengaruh di tengah masyarakat.

“Realitas tersebut menunjukkan kader NU diperhitungkan. Yang penting niat mereka positif untuk memajukan dan melakukan perubahan daerah agar lebih baik,” ujarnya.

NU, sambungnya, secara organisasi tidak diperbolehkan memberikan dukungan kepada salahsatu calon bupati. Tetapi pihaknya memberikan keleluasaan bagi warga maupun pengurus secara pribadi untuk memberikan dukungan kepada calon bupati dan wakil bupati.

Ia menyarankan bagi calon bupati yang berasal dari struktural maupun kultural NU untuk tetap menjaga akhlaqul karimah dalam dinamika persaingan Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon. Sehingga, proses persaingan politik pilbup tetap sejuk dan masyarakat tetap merasakan kedamaian.

“Semua harus berkomitmen memajukan Kabupaten Cirebon. Pilbup hanyalah sarana untuk mengangkat seseorang menjadi bupati dan wakilnya. Yang menang harus didukung dan yang kalah harus legowo,” kata Pembina Pondok Pesantren (Pontren) Assalafie Babakan, Ciwaringin, Senin (5/11). (*)

Laporan: Abdul Bari

Related posts