kuping kiri

Banyak Media Massa, Harusnya Indonesia Makin Maju

Banyak Media Massa, Harusnya Indonesia Makin Maju

 CIREBON (Ci+) – Salahsatu buah reformasi adalah kembalinya hak kebebasan pers. Di alam kebebasan pers, media massa tumbuh bak jamur di musim hujan. Jika melihat fungsi dan tujuan penerbitan media massa, baik sesuai undang-undang (UU) maupun kesepakatan ilmiah para ahli, seharusnya bangsa Indonesia sudah beranjak dari ketertinggalan menuju kemajuan.

Ilustrasi itu disampaikan praktisi media, Kalil Sadewo dalam pembukaan pelatihan jurnalistik penulisan berita dan opini bagi mahasiswa yang diselenggarakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Adab, Dakwah, dan Ushuluddin (Adadin) IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jumat (17/12).

Menurut eks General Manager dan Pemimpin Redaksi Rakyat Cirebon (Radar Cirebon Group) itu, fungsi media di antaranya adalah memberikan informasi, kontrol, dan edukasi. Jika tiga dari sekian banyak fungsi media massa itu dijalankan secara benar dan penuh tanggung jawab, ia yakin akan membantu negara atau daerah untuk mempercepat kemajuan.

“Pertanyaan besarnya, kenapa banyak media massa, tapi Indonesia seperti jalan di tempat? Padahal seharusnya bisa membantu akselerasi kemajuan pembangunan negara dan daerah,” kata dosen tamu di IAIN Syekh Nurjati Cirebon itu.

Dalam teori, kata dia, banyaknya media massa yang didirikan oleh lembaga bisnis atau korporasi, maka secara alamiah akan membentuk pola persaingan antarmedia. “Kita masuk pada fase industrialisasi media,” kata dia.

Persoalannya, sambunhnya, persaingan antarmedia kebanyakan pada wilayah bisnisnya, bukan fungsi dasarnya. Ini yang harus mulai disadari oleh para pemilik media.

Dikatakan, menjalankan bisnis media dengan mencari keuntungan adalah keharusan. Jika tidak dilakukan, justru pelanggaran hukum, karena tidak memberikan kesejahteraan bagi karyawannya.

“Tetapi media harus mulai mencari formula agar fungsi dasarnya dalam rangka mendorong kemajuan bangsa tetap dilakukan. Ini tantangannya,” tandas jurnalis yang memegang sertifikasi tingkat utama dari Dewan Per situ.

Ketua PC PMII Cirebon, Aji Halim Rahman mengatakan, sebagai kader pergerakan penguasaan di bidang jurnalis sangatlah penting. Ia prihatin banyaknya pemberitaan di media, terutama merdia sosial yang jauh dari prinsip jurnalistik, bahkan lebih bernuansa provokasi atau hasutan.

Kader, kata dia, harus terpanggil atau merasa bertanggung jawab untuk membendung arus informasi yang menyesatkan bangsa. “Karena itu pelatihan ini menjadi kebutuhan bagi kader PMII,” ujarnya. (Ci+102)

Related posts