kuping kiri

Banyak Tokoh yang Minat, Pilbup Cirebon Bisa 4 Pasang

Banyak Tokoh yang Minat, Pilbup Cirebon Bisa 4 Pasang

SUMBER (Ci+) – Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon sekitar 1,5 tahun lagi. Mesin sejumlah partai politik (parpol) mulai dipanaskan. Tak ketinggalan, nama-nama yang berhasrat untuk memimpin Kabupaten Cirebon mulai unjuk gigi.

Menurut pengamat politik Cirebon, Mahmud Mansyur, dari gesture sejumlah tokoh yang mulai intens muncul di tengah publik, baik langsung maupun lewat dunia maya, jelas menunjukkan minat mereka untuk mencoba peruntungan di pilbup. “Sepertinya banyak yang ingin maju mencalonkan diri,” kata pria yang aktif di sejumlah organisasi tersebut kepada cirebonplus.com, Ahad (1/12).

Mahmud mengklasifikasi tokoh yang minat di pilbup menjadi 4 kelompok. Pertama, para calon incumbent, kedua politisi di luar calon incumbent, ketiga dari unsur birokrat, dan keempat dari kalangan profesional atau di luar parpol.

Untuk calon incumbent, kata dia, nama-nama yang tampak punya minat maju lagi antara lain H Sunjaya Purwadisastra, H Tasiya Soemadi Algotas, H Mohamad Luthfi, H Nurul Qomar, H Subhan, dan H Rahmat.

“Mantan calon yang lain tidak ada tanda-tanda. Kecuali Hj Heviyana yang kabarnya simpang siur, antara maju dan tidak. Ada informasi juga mendorong anak sulungnya untuk maju,” ujar Mahmud.

Untuk politisi selain calon incumbent yang ada gelagat ingin coba peruntungan antara lain Ketua DPC PDIP H Mustofa, Ketua DPD Partai Golkar Dave Laksono, Ketua DPC Partai Nasdem H Sukaryadi, Ketua DPC Partai Demokrat H Nana, politisi PKS H Satori, politisi Partai Demokrat HE Herman Khaeron, politisi PDIP Hj Dian Hernawa Susanti, politisi PDIP H Anwar Asmali, politisi PKB Hj Yuningsih, Ketua DPC Partai Hanura Yatsawi, dan Ketua DPC PPP Mujahid.

“Kelompok berikutnya, dari kalangan profesional. Mereka antara lain H Nuruzaman, H Ujang Bustomi, dan H Tarmadi yang kabarnya sudah tidak lagi masuk jajaran struktural PDIP. Nama lain belum terdengar,” ungkap dia.

Lalu siapa saja unsur birokrat yang punya hasrat mencalonkan diri? Berdasarkan informasi dari mulut ke mulut, lanjut dia, ada nama Kepala Dinas Pemadam Kebakaran H Iis Krisnandar, Kepala BKPPD H Kalinga, Kepala Dinas Kesehatan dr H Qoyim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan H Surkiya, Kepala Disporabudpar H Hartono, dan pejabat di Kemenpora RI H Sutrija.

Untuk nama-nama dari birokrasi, sambungnya, punya peluang besar sebagai calon wakil bupati. Sebab kabarnya, sejumlah bakal calon bupati seperti H Sunjaya Purwadisastra dan HM Luthfi berminat merekrut tokoh birokrat.

“Termasuk sejumlah partai. Sebagian informasinya ada yang ingin mendorong nama dari kalangan birokrasi. Kita tunggu saja seperti apa perkembangannya,” tambah dia.

Dari banyaknya tokoh yang berminat, Mahmud memprediksi di Pilbup 2018 nanti akan ada 3-4 pasang calon. Sangat susah menyatukan partai politik (parpol) untuk mewujudkan dua pasang calon atau head to head sebagaimana diinginkan lawannya incumbent.

“Tapi ini politik. Tidak ada yang tidak mungkin. Kita lihat saja. Tahun 2017 ini sudah ramai dan akan dinamis,” pungkasnya. (Ci+111)

Related posts