kuping kiri

Banyak Warga Buta Perda KTR, Pemkot Cirebon Dorong Sosialisasi Masif

Banyak Warga Buta Perda KTR, Pemkot Cirebon Dorong Sosialisasi Masif

Cirebonplus.com (C+) – Masih banyak masyarakat Kota Cirebon dan pendatang yang belum tahu tentang Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Karena itu, sosialisasi Perda KTR harus terus dilakukan agar semua mengetahuinya.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati usai menghadiri Deklarasi Kawasan Tanpa Rokok di RW 03 Karang Asih, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (11/10). “Kita sekarang sudah memiliki Perda No 8 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” tandas Eti.

Perda tersebut tidak akan bermakna bila tidak diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan di Kota Cirebon. Karena itu, keberadaan perda tu harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Dalam perda tersebut menyebutkan sejumlah lokasi yang tidak diperbolehkan untuk merokok. Lokasi tersebut harus terus menerus disosialisasikan sehingga masyarakat mengetahui dan akhirnya terbiasa dengan penerapan perda tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Eti menyambut baik adanya deklarasi kawasan tanpa rokok di RW 03 Karang Asih, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. “Kita berharap selanjutnya diikuti oleh seluruh RW di satu kecamatan ini,” ungkap Eti seraya mengatakan, selanjutnya juga bisa diikuti RW-RW yang ada di kecamatan lainnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Deklarasi KTR, M Rafi mengungkapkan bahwa pihaknya tahun ini menargetkan ada 10 titik deklarasi KTR di tingkat RW. “Masing-masing titik diikuti oleh 100 orang. Sehingga akan ada 1000 orang yang tersosialisasi mengenai Perda KTR ini,” ungkap Rafi.

Dijelaskan, sebenarnya Perda KTR yang dimiliki oleh Kota Cirebon tersebut bukan untuk larangan merokok. Hanya saja ada pembatasan lokasi merokok. “Ada sejumlah tempat yang dilarang merokok,” sambung Rafi.

Tujuannya tentu bagus, yaitu untuk menjaga kesehatan warga Kota Cirebon dari paparan asap rokok. Karena itu pihaknya berkomitmen untuk terus menerus melakukan sosialisasi keberadaan Perda No 8 tahun 2015 tersebut kepada berbagai elemen masyarakat. (Dewo/Ril)

Related posts