kuping kiri

Bebenah Pasca Pemilu, PDI Perjuangan Gelar Sekolah Sekretaris

Bebenah Pasca Pemilu, PDI Perjuangan Gelar Sekolah Sekretaris

Cirebonplus.com (C+) – Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dan kongres partai di Bali beberapa bulan lalu, Partai Demokrasi Indonesiaa Perjuangan (PDIP) langsung melakukan evaluasi dan menyiapkan langkah aksi. Meski menjadi partai pemenang Pemilu, namun partai ini merasa harus terus bebenah.

Salahsatunya adalah dengan menggelar Sekolah Sekretraris Partai baik tingkat DPC maupun DPD se-Indonesia. Kegiatan berlangsung di Hotel Puri Avia Kabupaten Bogor selama empat hari yakni 13-16 Oktober 2019.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ketut Setiawan dalam rilis yang disampaikan lewat portal resmi mengatakan, Sekolah Sekretaris ini baru pertama kali dilaksanakan. Untuk tahun ini tema yang diambil adalah Solid Bergerak untuk Indonesia Raya Mewujudkan PDI Perjuangan Sebagai Partai Pelopor.

“Tujuannya untuk membentuk para sekretaris partai menjadi motor penggerak partai dalam manajemen tata kelola partai. Para sekretaris partai juga harus mantap secara ideologi dan memiliki kesadaran organisasi, politik dan lingkungan,” ujar Ketut saat dikonfirmasi.

Kegiatan ini, sambung Ketut, dibuka langsung oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto dan dihadiri juga oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono

Dalam sambutannya, Hasto berpesan agar sekretaris partai memiliki kesadaran untuk menyelesaikan masalah rakyat, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Informasi yang dihimpun, Sekolah Sekretaris partai ini dihadiri oleh 34 sekretaris DPD dan 514 sekretaris DPC PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia. Tampak pula sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon bersama sekretaris DPC se-Jawa Barat.

Sejumlah tokoh PDI Perjuangan hadir memberikan materi di Sekolah Sekretaris ini, di antaranya Bambang Wuryanto, Basuki Tjahaja Purnama, Budiman Sudjatmiko, Adian Napitupulu, Djarot Saiful Hidayat dan Putra Nababan.

Tokoh-tokoh dari luar PDI Perjuangan yang hadir memberikan materi diantaranya Prof Yudian Wahyudi (Rektor IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta) dan Harris Turino (Dosen Prasetya Mulya). (Abdullah/Ril)

Related posts