kuping kiri

Belum Dilindungi UU Pers, Media Alternatif Jangan Takut Berekspresi

Belum Dilindungi UU Pers, Media Alternatif Jangan Takut Berekspresi

Cirebonplus.com (C+) – Kehadiran media alternatif dianggap cukup baik, meskipun hingga saat ini belum mendapatkan perlindungan hukum dari Undang-undang (UU) Pers di Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jawa Barat, Ari Syahril Ramadhan saat silaturahim dan ngobrol santai tentang Menggagas dan Strategi Kampanye Media Alternatif di Saung Juang, Jalan Perjuangan, Cirebon, Minggu (11/11).

Menurutnya, media alternatif yang sebagian dilakukan kalangan mahasiswa atau organisasi yang tidak memiliki satu perusahaan sebagai nauangannya, tetap sangat dibutuhkan. Hal itu biasanya ada kepentingan dari sebuah promosi atau memberikan kepentingan tertentu dari satu kelompok atau seseorang atau lembaga lain.

“Media alternatif biasanya bisa dilihat terkadang dari kepemilikan. Kaitanya dengan modal yang di Indonesia ada 10 media besar. Namun juga ada dari faktor berita yang kita dapatkan, atau nilai berita yang memiliki kaitan dengan hal lain,” papar dia

Dalam pertemuan santai itu, menceritakan bahwa saat media mainstream sulit diharapkan, maka kehadiran media alternatif sangat dibutuhkan. Media alternatif, katanya tetap dibutuhkan dan mendapatkan pasar tersendiri dengan konsekuensi sesuatu hal yang sudah ada satu komunikasi. Salahsatunya menjadi corong pemerintah atau satu lembaga atau perseorangan yang sudah ada komitmen.

Nah dengan ini kita harus mengakui jika media alternatif memiliki kekuatan yang sama, namun berbeda dalam tujuan atau juga masih memiliki kesamaan dengan media berindustri,” tandasnya. (Ril/C+2)

Related posts