kuping kiri

Berebut TPA Sanitary Renville, Kota Cirebon Bersaing dengan 5 Wilayah

Berebut TPA Sanitary Renville, Kota Cirebon Bersaing dengan 5 Wilayah

Cirebonplus.com (C+) – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon saat ini tengah bersaing dengan lima daerah di Indonesia untuk mendapatkan program Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sistem sanitary renville. Jika berhasil, maka Kota Cirebon bakal memiliki TPA sampah yang dikelola menggunakan perangkat modern.

Lima daerah yang menjadi pesaing tersebut antara lain Kota Bekasi, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Bogor, Kabupaten Banyuwangi, dan Jogjakarta. Program tersebut berasal dari Pemerintah Jerman melalui Kementrian PUPR dengan dana loan sebesar 150 juta euro atau Rp250 miliar untuk membuat TPA sanitary renville. Dari daerah-daerah itu akan dipilih tiga sebagai penerima TPA modern.

Hal itu terungkap dalam kunjungan dua konsultan dari Jerman, Edward David Woodward Sr Financial and Economic Expert dan Djaka Soeprijo Financial and Economic Expert ke Kota Cirebon. Keduanya disambut Wali Kota Cirebon Drs H Nashrudin Azis SH di Balaikota Cirebon, Rabu (30/1).

Usai pertemuan Walikota Azis mengatakan, kehadiran dua perwakilan Jerman tersebut untuk menyeleksi kota yang akan memperoleh bantuan tersebut.

“Kami berharap Kota Cirebon akan terpilih mendapat bantuan tersebut. Sehingga keberadaan TPA sampah modern tersebut akan membantu program Pemerintah Kota Cirebon,” harap Azis seperti diberitakan situs Pemkot Cirebon.

Pihaknya melihat bantuan tersebut sejalan dengan program Pemkot Cirebon dalam menangani kebersihan secara maksimal. Harapan besar jika proyek tersebut berjalan, Kota Cirebon akan memiliki TPA modern.

“Ini ibarat gayung bersambut, saat ini Pemerintah Kota Cirebon sedang gencar melakukan program pembersihan sampah secara intensif. Bahkan program kebersihan menjadi prioritas kami saat ini,” kata Azis.

Dalam kesempatan itu, salahsatu perwakilan Pemerintah Jerman, Djaka Soeprijo mengatakan, Kota Cirebon dinominasikan sebagai penerima hibah dari Kementerian PUPR atas loan dari Pemerintah Jerman. Program yang akan dilaksanakan pengelolaan sampah modern.

“Saat ini masih tahapan seleksi menuju tiga besar. Pengelolaan sampah yang benar dan baik akan dilaksanakan dengan menelan biaya 150 juta euro atau sekitar Rp250 miliar,” ungkap Djaka.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs H Abdullah Syukur mengatakan, berbagai persiapan dilakukan untuk menghadapi seleksi. PUPR menyeleksi dengan berbagai persyaratan antara lain status lahan TPA harus milik Pemerintah Daerah Kota Cirebon.

“Selain itu pengelolaan keuangan harus Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), memiliki retribusi dan sistem pengelolaan sampah yang baik. Semoga kita dipercaya mendapat bantuan tersebut karena sangat dibutuhkan,” ujarnya. (Dewo/C+2)

Foto: Istimewa DKIS Kota Cirebon

Related posts