kuping kiri

Berpotensi Beri Dampak Buruk, Sebagian Warga Tolak Pembangunan TPA Cipanas

Berpotensi Beri Dampak Buruk, Sebagian Warga Tolak Pembangunan TPA Cipanas

DUKUHPUNTANG (Ci+) – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon masih menjadi polemik bagi warga setempat. Sebagian warga merasa rencana tersebut tidak dikoordinasikan dengan baik.

Seperti disampaikan pemuda Blok Pagargunung, Desa Cipanas, Ating. Ia kecewa dengan langka Kuwu Cipanas, Banu Rengga yang diduga menawarkan lokasi pembangunan TPA tanpa koordinasi dulu dengan warga.

Menurutnya, warga baru tahu saat tiba-tiba ada alat berat dan adanya undangan khusus kepada masyarakat pemilik tanah yang akan dijadikan TPA, terkait pembebasan lahan. Sejak saat itulah sebagian warga Pagar Gunung geram dan menyampaikan penolakan.

“Ini akan sangat merugikan warga, melihat lahan yang akan dijadikan TPA adalah tanah produktif. Seharusnya dikembangkan untuk memajukan pertanian di Kabupaten Cirebon,” ungkap Ating.

Selain itu, lokasinga berdekatan dengan situs atau kebuyutan. Apalagi warga Pagar Gunung juga baru saja melestarikan dan memanfaatkan potensi keindahan alam sebagai tempat wisata, karena ada Curug Gentong.

“Masa iya pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam Pagar Gunung harus berpapasan dengan mobil sampah. Bukan menghirup udara segar, malah bau busuk sampah,” ujarnya.

Pertimbangan lainnya, lanjut dia, lokasi terlalu dekat dengan pemukiman warga. Dengan kecenderungan angin yang bisa berhembus ke mana saja, tentu bau busuknya akan sampai ke permukiman warga.

Sumber mata air yang digunakan sebagian masyarakat juga bisa tercemar resapan sampah yang membusuk atau mencair. Bisa juga memicu konflik perbatasan dengan warga perbatasan Majalengka, karena mata airnya juga dimanfaatkan oleh mereka. (*)

Laporan: Mahrus Ali

Related posts