kuping kiri

Cirebon Festival Bakal Bertabur Talen dan Model-Artis, Termasuk Teken MoU dengan Korea Selatan

Cirebon Festival Bakal Bertabur Talen dan Model-Artis, Termasuk Teken MoU dengan Korea Selatan

Cirebonplus.com (C+) – Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon akan menyelenggarakan even wisata di pertengahan bulan Februari nanti. Even suksesnya bertajuk Cirebon Festival (Cifest), pemkot menggandeng Foris Event Organizer (EO).

Cifest rencananya akan digelar 16-17 Februari 2019. Dilanjutkan dengan kegiatan bertajuk Sound of Sunyaragi pada 23 Februari.

Kesiapan penyelenggaraan even Cifest disampaikan Foris Director, Andry Prihartono. Menurutnya, pada tanggal 16 Februari 2019 nanti akan digelar pesta rakyat.

“Pesta (rakyat) tersebut merupakan display untuk pariwisata dan budaya di Kota Cirebon,” ungkap Andry.

Dalam kegiatan itu akan ada kolaborasi talent dan model nasional bersama para seniman lokal. Pada hari yang sama juga akan ditandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bidang pendidikan budaya dan pariwisata antara Kota Cirebon dengan salahsatu provinsi di Korea Selatan.

“Juga ada video mapping untuk pertama kalinya di Kota Cirebon,” ungkap Andry.

Untuk hari kedua penyelenggaraan Cifest, 17 Februari 2019 akan digelar jalan budaya ke sejumlah heritage di Kota Cirebon. “Selanjutnya pagelaran musik dan tari akan digelar pada 23 Februari dengan tajuk Sound Of Sunyaragi,” lanjut Andry.

Bertempat di Tamansari Goa Sunyaragi, Sound Of Sunyaragi akan menampilkan seniman Tohpati dan Dewa Budjana. “Juga berkolaborasi dengan budayawan dan artis lokal Cirebon,” ungkap Andry.

Kota Cirebon, menurut Andry, sangat unik. Karenanya, Cirebon memiliki wisata dan budaya yang unik yang bisa dijual untuk menarik dan menambah kunjungan wisatawan.

Kondisi ini dipermudah dengan akses menuju Cirebon yang semakin mudah. “Kita tinggal meramu, bagaimana caranya agar orang yang datang bisa menginap. Jadi tidak hanya datang pagi dan pulang sore,” ungkap Andry.

Melalui even ini ia berharap bisa memperkenalkan Cirebon hingga tingkat internasional dan menjadi daya tarik bagi promotor lainnya untuk memperkenalkan wisata di Kota Cirebon.

Berita sebelumnya, even untuk promo wisata segera digelar di Kota Cirebon. Kegiatan ini juga merupakan rangakaian program untuk memenuhi target kedatangan wisatawan ke Kota Cirebon sebanyak 2 juta orang di tahun 2019.

Even tersebut bertajuk Cirebon Festival (Cifest). Isinya adalah agenda seni dan budaya yang tujuannya untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Cirebon.

“Even ini harus berlanjut. Bahkan tidak hanya skala nasional, tapi juga internasional,” ungkap Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati usai memimpin rapat persiapan even Cirebon Festival di Mini Command Center DKIS Kota Cirebon, Selasa (8/1).

Menurut Eti, sudah empat bulan persiapan Cifest dilakukan, karena itu yakin akan berjalan dengan lancar. Bahkan, ia melihat seluruh jajaran dinas terkait juga sudah berkomitmen untuk turut menyukseskan even tersebut.

Dikatakan, pelaksanaan Cifest di awal tahun diharapkan bisa sebagai pendorong berbagai kegiatan seni dan budaya lainnya di sepanjang tahun ini di Kota Cirebon. “Begitu banyak aset dan potensi wisata yang kita miliki. Mulai dari keraton, wisata religi hingga wisata pantai yang belum kita gali secara optimal,” ujar Eti.

Ke depan, Eti meminta agar agenda wisata di Kota Cirebon bisa diperbanyak untuk bisa meningkatkan kunjungan wisatawan. Sehingga target 2 juta wisatawan sepanjang tahun ini bisa tercapai.

Cifest merupakan kolaborasi kegiatan seni dan budaya yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon bekerjasama dengan Foris Event Organizer (EO). Cifest rencananya akan digelar 16 dan 17 Februari 2019 yang dilanjutkan pada 23 Februari dengan tajuk Sound of Sunyaragi. (Dewo/C+2)

Related posts