kuping kiri

Cirebon Masuk Zona Merah Pilpres, JCK Dorong Peran Aktif Penguatan Ukhuwah

Cirebon Masuk Zona Merah Pilpres, JCK Dorong Peran Aktif Penguatan Ukhuwah

Cirebonplus.com (C+) – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, terutama Pemilihan Presiden (Pilpres) telah menyebabkan perbedaan tajam di kalangan masyarakat. Bahkan sampai pada taraf ancaman perpecahan antaranak bangsa.

Hal itu berlangsung hingga putusan sidang gugatan Mahkama Konstitusi (MK). Kini, setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden terpilih, suasana memang cukup mereda.

Tetapi, sejumlah pihak tetap mendorong adanya upaya aktif berbagai pihak yang peduli untuk kembali merekatkan hubungan antarwarga. Mengenai hal itu,  Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan (JCK) menggelar diskusi publik dengan tema Pererat Ukhuwah Wathoniyah Dengan Semangat Idul Fitri Pasca Pemilu Serentak 2019 di salahsatu kantin yang ada di Jalan Perjuangan Cirebon, akhir pekan lalu.

Maksud dan tujuan diskusi tersebut, mengajak masyarakat untuk saling mempererat hubungan dalam membela negara serta saling membangun. Diskusi ini diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah Cirebon dan organisasi keperempuanan dalam naungan Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan.

Tak hanya itu, kegiatan ini diisi beberapa narasumber antara lain Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Iing Saiman SIP MSi, Tokoh Agama Drs KH M Ma’shum HD Al Mustawa, dan aktivis Pemuda Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Kaelani MPd.

Iing mengatakan, sejak 2011 Cirebon dinobatkan sebagai Smart City. Dalam pantauannya pasca Pilpres beberapa media sosial dibatasi sementara.

“Terkait dengan Pemilu, dilihat dari kacamata Keminfo, sempat kita temui adanya pemblokiran akses WA (Whatsapp) sementara dan adanya pembatasan konten untuk di-upload dalam dunia sosial. Oleh sebab itu, saring dulu informasi tersebut sebelum share, kemudian cek kebenarannya sebelum menyebarkan informasi yang didapat,” kata dia, Selasa (25/6).

Sementara itu, dalam pandangan agama, KH Ma’shum Al Mustawa menyampaikan, Cirebon sudah memasuk zona merah dalam Pilpres 2019 seolah dimanfaatkan oleh sekelompok golongan entah itu tititpan suatu negara atau kelompok yang ingin merampas.

Selaku aktivis muda NU, Ahmad Kaelani MPd mengatakan, yang menarik dalam mengamati Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelum-sebelumnya. Selain Pemilu kali ini digelar serentak, juga pemilu 2019 sama dengan El Clasico yang dinanti-nanti.

Sebagai inisiator dan Ketua Jaringan Cirebon untuk Kemanusiaan, Alifatul Aritiati SH menyampaikan, diskusi ini digelar tidak hanya awal dari sebuah kegelisahan pasca Pilpres yang masih menimbulkan perpecahan. Akan tetapi untuk mempererat ukhuwah wathoniyah kepada para mahasiswa dan masyarakat pasca Pemilu 2019.

“Rekonsiliasi seharus sudah dilakukan oleh elemen masyarakat tetapi sampai saat ini masih ada kasus yang menyebakan terjadinya kericuhan dan mengudang kegaduhan baik di media online maupun di kalangan masrakat,” kata dia. (Muhammad Uya)

Related posts