kuping kiri

Damri-Shuttle dari BIJB ke Cirebon dan Kuningan Disiapkan

Damri-Shuttle dari BIJB ke Cirebon dan Kuningan Disiapkan

Cirebonplus.com (C+) – Kebijakan pemindahan 56 penerbangan dari Bandara Husein Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka lansgung direspons Direktur PT Angkasa Pura (AP) II, Awaludin menambahkan. Pihaknya selaku operator tengah melakukan penataan berbasis integrasi.

Menurutnya, pembagian peran antara Bandara Husein dan BIJB Kertajati sekaligus Halim Perdana Kusuma dan Soekarno Hatta agar adanya keseimbangan traffic lalu lintas udara. “Ini berkaitan dengan balancing dari pada traffic. Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak agar semua perpindahan bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

Berdasarkan data Angkasa Pura II, Bandara Husein Sastranegara Bandung setiap harinya menerbangkan 88 pesawat dan 68 di antaranya merupakan pesawat jet. Setelah penerbangan domestik ini dipindahkan ke BIJB Kertajati, Bandara Husein Sastranegara hanya akan mengoperasikan 20 penerbangan domestik dan 12 penerbangan internasional.

Rata-rata jumlah penumpang di Bandara Husein Sastranegara, yaitu 9.050 Pax (domestik) dan 810 Pax (internasional) dengan total 10.670 Pax. Setelah perpindahan penerbangan domestik dengan tipe pesawat jet ke BIJB Kertajati, rata-rata jumlah penumpang Bandara Husein Sastranegara adalah 1.440 Pax (domestik) dan 810 Pax (internasional) dengan total 3.060 Pax.

Untuk penggunaan Apron Capacity berdasarkan flight schedule summer 2019, dari 15 jam operasi Bandara Husein Sastranegara terdapat 10 jam yang berstatus full pada jam tertentu. Setelah penerbangan domestik dengan pesawat tipe jet dipindahkan ke BIJB Kertajati, maka akan mengurangi kepadatan pergerakan pesawat baik di runway maupun di apron.

Sementara itu, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menyiapkan akses transportasi berupa trayek bus Damri dan shuttle. Hal itu guna memudahkan mobilitas penumpang. Rute bus Damri tersebut akan dibuka dari dan menuju Bandung, Kuningan, Cikarang, dan Cirebon.

Sedangkan, shuttle untuk menjangkau Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Purwakarta, Majalengka, dan Sumedang. Pengaktifan moda transportasi mengikuti jadwal dari pada penerbangan pesawat.

Turut hadir Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana, Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis,  Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Maria Kristi Endah Murni, Direktur PT BIJB Muhamad Singgih, Direktur AP II Awaludin, AirNav dan Direksi Seluruh Maskapai. (Dewo/Rilis)

Related posts