kuping kiri

Dewan Banyak Beri Masukan Terhadap RPJMD Kota Cirebon 2018-2023

Dewan Banyak Beri Masukan Terhadap RPJMD Kota Cirebon 2018-2023

Cirebonplus.com (C+) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cirebon banyak memberikan saran dan masukan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023. Selasa (30/1), draf masukan DPRD terhadap rancangan awal RPJMD diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon di gedung DPRD.

Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati hadir mewakili Pemkot Cirebon. Menurutnya, pemkot akan memprioritaskan pembangunan fisik dan nonfisik dalam pembuatan RPJMD tahun 2018-2023.

“Kami meminta masukan ke anggota dewan sebagai bentuk sinergitas antara eksekutif dan legislatif. Tentu ini menjadi langkah untuk menyamakan persepsi demi pembangunan di Kota Cirebon yang lebih baik,” ujar Eti.

Eti mengatakan, RPJMD merupakan garis besar pembangunan di Kota Cirebon selama lima tahun ke depan. Dalam dua hari ke depan RPJMD tersebut akan kembali diperbaiki dan kemungkinan hari Kamis (31/2) akan dikirim ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk mendapat persetujuan.

“Persetujuan itu penting, terutama terkait program pembangunan Kota Cirebon yang harus searah dengan Jabar,” tandas Eti.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi merespons positif upaya Pemkot Cirebon yang meminta berbagai masukan ke anggota dewan. “Ini salahsatu langkah positif yang harus direspons baik,” kata Edi.

DPRD, sambung Edi, banyak memberikan masukan terutama terkait pembangunan kota kreatif dengan mencetak enterpreuneur. Masukan lain yakni terkait dengan langkah Pemkot Cirebon yang memasang target 2 juta wisatawan. Dengan program Sehati tentu Pemkot Cirebon diharapkan dapat memenuhi targetnya.

“Ini sangat luar biasa karena terget yang ditetapkan sangat tinggi dibanding tahun sebelumnya. Kita harus siap melayani, ramah dan membuat inovasi, sehingga wisatawan merasa betah serta ingin kembali ke Cirebon,” lanjut Edi.

Edi menambahkan, Pemkot Cirebon juga harus memperbaiki indeks pendapatan yang masih kurang. Karena terdapat sekitar 9 persen warga miskin di Kota Cirebon yang harus mendapat perhatian dari pemerintah.

“Tentu semua pihak harus mendukung program Pemerintah Daerah Kota Cirebon tersebut. Mencetak enterpreuneur salahsatu solusinya,” kata Edi. (Dewo/C+)

Foto: DKIS Kota Cirebon

Related posts