kuping kiri

Dewan Sarankan Baznas Koordinasi dengan Bupati, Bicarakan Raperda Zakat Profesi

Dewan Sarankan Baznas Koordinasi dengan Bupati, Bicarakan Raperda Zakat Profesi

SUMBER (Ci+) – Keinginan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon agar segera ada Peraturan Daerah (Perda) Zakat Profesi disambut baik anggota DPRD. Pasalnya, aturan itu bisa memaksimalkan perolehan zakat.

“Itu positif. Kalau perolehan zakat besar, tentu akan membantu kesejahteraan masyarakat. Karena semua asnaf zakat adalah masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan,” ujar anggota Fraksi PKB DPRD Drs Zenal Arifin Waud MSi, Kamis (2/2).

Wakil rakyat asal Ciwaringin itu menyarankan agar Baznas segera berkoordinasi dengan Bupati Cirebon, Drs H Sunjaya Purwadi Sastra MM MSi. Selain untuk mendorong inisiatif Raperda Zakat Profesi, juga karena atasan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai calon muzakki dari perda itu adalah bupati.

Ia yakin bupati juga setuju, karena zakat adalah memindahkan sebagian harta orang yang mampu untuk masyarakat Kabupaten Cirebon yang kurang mampu. Melihat tujuannya positif, dewan juga diyakini akan mendukung.

“Saya pribadi mendukung. Rekan dewan lain insya Allah mendukung. Tinggal Baznas ke bupati saja untuk meminta dibuatkan raperdanya,” kata mantan wakil ketua DPRD itu kepada cirebonplus.com.

Sebelumnya, Ketua Baznas Kabupaten Cirebon, H Budiman Mahfudz didampingi Wakil Ketua Bidang Pengumpulan Zakat H Solihin mengatakan, di Sumedang sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Zakat Profesi. Bahkan dilengkapi dengan Peraturan Bupati (Perbup) Zakat dan instruksi bupati.

Hasilnya, kata Budiman, di tahun 2016 Sumedang berhasil menghimpun Rp19 miliar dari zakat profesi, dari total zakat yang terkumpul Rp30 miliar. “Zakat profesi berkontribusi sebesar lebih dari 60 persen zakat yang terkumpul,” ujar Budiman.

Untuk Kabupaten Cirebon, sambungnya, zakat profesi yang terserap baru Rp1,1 miliar. Berasal dari mayoritas Aparatur Sipil Negara di Kemenag, sebagian muzakki dari ASN Pemkab Cirebon, dan profesi lain.

Karena itu pihaknya akan mendorong agar dibentuk Perda Zakat. Bila dimaksimalkan dengan perda, ia yakin zakat profesi bisa lebih besar dari Sumedang. (*)

Laporan: Mahrus Ali

 

 

Related posts