kuping kiri

Di Acara Santunan Duafa-Yatim PKK, Walikota Singgung Kekuatan Perempuan

Di Acara Santunan Duafa-Yatim PKK, Walikota Singgung Kekuatan Perempuan

Cirebonplus.com (C+) – Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menyerahkan santunan kepada duafa, lansia dan anak yatim di rumah dinasnya, Rabu (15/5). Kegiatan ini digelar hasil kerjasama TP PKK Kota Cirebon bersama Majelis Taklim (MT) Al Ishlahiyah Kota Cirebon.

Dalam kesempatan itu, Walikota Azis mengatakan, seorang wanita memiliki peran yang penting bagi bangsa. Kemajuan dan kehancuran suatu bangsa bisa juga dikarenakan wanita.

Menurutnya, kalau ibu-ibu sudah berkumpul, sudah bergabung, bisa menimbulkan dua aspek persoalan. Pertama, bangsa ini akan menjadi kuat jika wanita yang berkumpul di majlis taklim.

Efeknya, membuat rumah tangga menjadi nyaman, sehingga suami yang bekerja juga menjadi kuat. JUga mampu membuat suaminya mencapai puncak kesuksesan.

“Tapi jika ibu-ibunya sering ngerumpi, membicarakan yang tidak baik tentang si A dan si B, bangsa ini bisa hancur,” kata Azis seraya mengatakan, suaminya juga bisa menjadi terpuruk.

Karena itu, Azis menyambut baik peran dari ibu-ibu PKK yang telah berkumpul dengan niat baik. “Apalagi hari ini adalah hari khataman Alquran,” sambung Azis.

Azis pun berharap semangat ibu-ibu di Kota Cirebon untuk berbuat kebaikan di bulan yang mulia ini bisa terus terjaga sehingga membawa kebaikan dan kesejahteraan untuk masyarakat Kota Cirebon.

Sementara itu, Ketua Majelis Ta’lim Al Ishlahiyah Kota Cirebon, Dra Hj Wiranti Wirastuti MM menjelaskan, kegiatan hari ini diselenggarakan bekerjasama dengan PKK Kota Cirebon. “Selama Ramadan ini, kita banyak mengisi dengan tadarus Alquran. Bahkan hari ini merupakan khataman,” kata Wiranti.

Selain bertukar ilmu, mereka juga telah berkomitmen untuk melakukan sesuatu yang baik di bulan yang mulia ini. “Karena itu sebagai bentuk rasa syukur, kami juga berbagi terhadap sesama,” sambung Wiranti.

Santunan diberikan kepada anak yatim dan duafa sebanyak 90 orang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 60 orang. (Redaksi/Rilis)

Related posts