kuping kiri

Dicalonkan Nasdem, Qomar Resmi Hengkang dari Partai Demokrat

Dicalonkan Nasdem, Qomar Resmi Hengkang dari Partai Demokrat

Cirebonplus.com (C+) – Ada yang menarik dalam perjalanan duet H Mohamad Luthfi dengan H Nurul Qomar sebagai calon bupati dan wakil bupati. Tanpa deal partai pengusung terlebih dahulu, pasangan ini justru lebih dulu direkomendasi oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebagai kader Demokrat, banyak yang mengira partai yang didirikan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu akan memberikan rekomendasi untuk mengusung keduanya. Faktanya, Partai Demokrat justru menyerahkan rekomendasi kepada H Yayat Ruhyat untuk dipasangkan dengan H Rakhmat bersama Partai Golkar, Partai Hanura, dan PBB.

Hingga Rabu pagi (10/1) belum ada kepastian apakah pasangan Luthfi-Qomar akan maju. Penyebabnya kurangnya jumlah kursi untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakilnya.

Beruntung Partai Nasdem kabarnya memendam kekecewaan saat mendaftarkan pasangan H Sunjaya Purwadisastra-H Imron Rosyadi ke KPU. Tanpa pikir panjang, Nasdem belok arah mencabut dukungan ke Sunjaya-Imron dan memindahkannya ke Luthfi-Qomar.

Sempat muncul kabar Partai Nasdem menawarkan solusi kebuntuan koalisi dengan kompensasi posisi calon wakil bupati. Namun akhirnya yang disepakati adalah pasangan Luthfi-Qomar.

Setelah mendapatkan rekomendasi, Qomar rela pindah partai dari Demokrat ke Nasdem. Kepada wartawan Qomar menyatakan bahwa pindah partai adalah hal biasa.

“Pindah partai itu biasa. Asal jangan pindah akidah saja,” seloroh mantan anggota DPR RI yang juga komedian tersohor itu.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kebaikan Partai Nasdem yang legowo menyetujui duet Luthfi-Qomar. Untuk komunikasi tidaklah sulit, sebab ia merasa sudah punya banyak sahabat di Partai Nasdem.

Qomar juga menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Nasdem atas nama dirinya. Karena itu, sejak saat ini ia merupakan kader Partai Nasdem.

“Hari ini juga sudah dibuatkan KTA dan resmi jadi kader Partai Nasdem. Saya kirim KTP dan saya dibikinin KTA oleh Pak Saan (Mustofa) di DPP,” ujarnya. (*)

Laporan: Khoirun Yasir

Related posts