kuping kiri

Ditantang Pejabat Kemenag Pusat, Bagaimana Respons Dekan FUAD IAIN Cirebon?

Ditantang Pejabat Kemenag Pusat, Bagaimana Respons Dekan FUAD IAIN Cirebon?

Cirebonplus.com (C+) – Setelah diresmikan pada bulan Desember 2017, struktur akademika, khususnya Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) mendapat tantangan dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam RI, H Kamaruddin Amin, Rabu (24/1). Hal itu disampaikan Amin saat Studium General di gedung SBSN Lantai 4 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon.

Amin menganggap FUAD merupakan salahsatu bagian dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang dimiliki IAIN Cirebon dan berstandar internasional. Bagaimana respons Dekan FUAD menghadapi tantangan ini?

Kepada cirebonplus.com, Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr H Hazam MAg mengaku siap melaksanakan tantangan dari atasannya di Kementerian Agama (Kemenag) Republik indonesia (RI). Bahkan sejumlah langkah sudah dilakukan, termasuk penggunaan kurikulum yang disyaratkan.

“Kami sudah siap mengenai hal itu, karena sudah menggunakan kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI tersebut merupakan kurikulum yang bermuatan regional, nasional, dan internasional,” kata Hazam dengan nada meyakinkan.

Selain itu, lanjut Hazam, FUAD sudah didukung dengan laboratorium lengkap antara lain Cirebon Corner, Cirebon Studies. Bahkan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan keraton-keraton yang ada di Cirebon.

Dengan adanya struktur keilmuan yang universal, sambungnya, membuat minat masyarakat untuk masuk ke FUAD juga meningkat. Pihaknya tinggal melakukan penyempurnaan-penyempurnaan, terutama fasilitas dan insfrastruktur.

“Hingga saat ini lulusan FUAD hampir mencapai 3.000. Dan itu pun bisa bertambah lagi bila memang ruang kelasnya banyak. Sekarang punya gedung baru, kami akan tingkatkan lagi,” ungkap pria berpenampilan kalem ini.

Soal keilmuan yang universal, tambah Hazam, menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa. Pasalnya, FUAD diibaratkan pabrik yang akan mencetak para peneliti, juru dakwah, para pemikir, dan pemimpin. Selain itu FUAD akan menghasilkan ulama yang intelek dan intelek yang ulama. (*)

Laporan: Iklima

Related posts