kuping kiri

Ditetapkan Sebagai Daerah Swasembada Beras, Petani Waled Kompak Antisipasi Hama

Ditetapkan Sebagai Daerah Swasembada Beras, Petani Waled Kompak Antisipasi Hama

Cirebonplus.com (C+) – Bulan April sangat ditunggu para petani. Pasalnya, pada bulan itu akan ada panen raya. Karena itu, saat ini sangat dibutuhkan antisipasi hama padi menjelang panen serentak.

Seperti halnya para petani di Kecamatan Waled. Mereka juga berhadapan dengan siklus alam, di mana musim penghujan ini mulai timbul beberapa penyakit yang menyerang tanaman padi.

“Menyongsong panen raya, kami sangat antisipasi sekali. Apalagi pada musim hujan banyak menimbulkan penyakit buat tanaman padi, baik ulat, wereng, kresek, maupun keong racun yang bisa merusak tanaman padi,” ujar Adang Juhandi, ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Padi Makmur Desa Cikulak, Waled, Kabupaten Cirebon kepada Cirebonplus.com, Selasa (19/2)

Menurut Adang, akibatnya produksi pertanian bisa menurun bahkan ancaman puso. Sementara Kecamatan Waled yang memiliki areal pertanian termasuk terluas di wilayah timur Cirebon (WTC) dan ada di jalur hijau dicanangkan sebagai daerah swasembada beras pada tahun ini.

“Jika tidak diantisipasi, nanti dampaknya sangat buruk, seperti produksi pertanian menurun. Bahkan akan mendapatkan ancaman puso, apalagi  Waled  memiliki lahan pertanian terluas di WTC,” lanjut Adang.

Melihat kondisi tersebut,  Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon melalui Unit Pelaksan Teknis (UPT) Pertanian, dan Gapoktan Cikulak perlu melakukan gerakan antisipasi serangan hama padi. Gerakan ini juga dilakukan bersama sejumlah klompok tani, Pemerintah Desa (Pemdes) Cikulak, dan Mitra Cai.

Pihaknya mencoba ciptakan gerakan ini secara praktik langsung dalam penggunaan obat tanaman padi dan cara penggunaannya secara berkala. Adang sangat optimis, melalui penyuluhan kepada para tani, target mengejar swasembada beras akan tercapai dan pendapatan hasi tani melimpah. Sehingga petani bisa sejahtra.

“Melalui penyuluhan ini kita optimis untuk mengejar swasembada beras bisa tercapai. Dengan pendapatan hasil pertanian melimpah, petani bisa sejahtera. Daya beli bisa meningkat, karena petani sejahtera negara kuat,” tutup Adang. (Muhamad Surya)

Related posts