kuping kiri

DPP Partai Golkar Tak Risaukan Pengunduran Diri Bupati Anna Sophana

DPP Partai Golkar Tak Risaukan Pengunduran Diri Bupati Anna Sophana

Cirebonplus.com (C+) – Pengunduran diri kader Partai Golkar, Hj Anna Sophana dari jabatan bupati Indramayu sudah diketuai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Menteri Perindustrian di kabinet Presiden Joko Widodo itu juga sudah mendapatkan informasi tentang alasan pengunduran diri mantan Bupati Indramayu, H Irianto MS Syafiuddin (Yance).

“Sudah dapat informasi kemarin. (Alasannya) disampaikan ada masalah atau ingin konsentrasi pada keluarga,” ungkap Airlangga dalam satu kesempatan di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurut Airlangga, bagi partainya mundurnya Bupati Anna Sophana dari kursi bupati tidak masalah. Terutama karena, wakil bupati yang punya peluang besar menggantikan posisi Anna sebagai bupati adalah kader Partai Golkar Indramayu.

Karena wakilnya dari Golkar dan berdasarkan aturan main secara otomatis menggantikan bupati, itu artinya tidak mengubah posisi partai berlambang pohon beringin. “Tidak mengubah posisi kami (Golkar) di situ (Indramayu),” ungkap dia.

Sementara itu, informasi yang diterima Suara Cirebon, Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil telah menerima surat dari DPRD Kabupaten Indramayu. Selanjutnya, gubernur juga kabarnya telah mengirimkan surat ke Kemendagri.

Dalam kesempatan tertentu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sendiri belum menerima surat dari gubernur Jawa Barat. Karena itu Tjahyo akan mengecek terlebih dahulu suratnya dan ingin mengetahui apa permasalahannya.

Sebelumnya, publik Kabupaten Indramayu dikagetkan oleh berita mundurnya Hj Anna Sophana sebagai bupati Indramayu. Berita itu menyeruak ke publik dua hari terakhir.

Saat ditelusuri, ternyata informasi tersebut valid. Bahkan Bupati Anna telah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indramayu.

Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Kabupaten Indramayu, Tedy Lantri membenarkan bahwa Bupati Anna telah melayangkan surat melalui Sekretariat Dewan (Setwan). Selain pernyataan pengunduran diri dalam surat juga disebutkan alasannya, yakni ingin mengurusi keluarga, terutama merawat orang tua. Apalagi, ayah kandung Anna sudah lanjut usia dan sakit-sakitan.

Keputusan mundur dipilih, kata dia, karena tidak ingin tugas-tugasnya sebagai kepala daerah bertabrakan dengan keinginannya untuk mengurus sang ayah. “Khawatir berdampak pada pelayanan masyarakat,” tandas dia.

Data yang dihimpun Suara Cirebon, Anna menjabat Bupati Indramayu sejak 2010. Ia terpilih dua kali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung. Ia memimpin Indramayu menggantikan suaminya, Irianto MS Syafiuddin (Yance). Selama dua periode, ia dibantu oleh Supendi sebagai wakil bupati Indramayu.

Berdasarkan surat yang masuk ke DPRD Kabupaten Indramayu, Anna mengajukan surat pengunduran diri pada akhir bulan Oktober 2018. Kemundurannya menyusul bebasnya sang suami yang telah menjalani masa hukuman akibat tersandung kasus korupsi. (Ril/C+1)

Related posts