kuping kiri

Fakta LSN Regional Jabar I hingga 16 Besar, Produktivitas Gol Tinggi dan Tumbangnya Finalis 2016

Fakta LSN Regional Jabar I hingga 16 Besar, Produktivitas Gol Tinggi dan Tumbangnya Finalis 2016

Cirebonplus.com (C+) – Sebanyak 22 pertandingan telah disuguhkan dalam gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jawa Barat I yang meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Subang. Besok (5/9), liga sepakbola antarpesantren tersebut memasuki perempat final yang mempertemukan delapan tim unggulan.

Sembilan hari berlangsung, gol play on yang tercipta mencapai 67. Pengamat sepakbola Cirebon, Yan Kurniawan Mulyana menjelaskan, karena tercipta 67 gol dalam 22 pertandingan, artinya rata-rata 3,1 gol setiap pertandingan.

“Setiap pertandingan 3,1 gol, itu menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi dalam suatu pertandingan. Ada beberapa faktor penyebabnya,” kata pria yang aktif memfasilitasi sejumlah turnamen melalui bendera Caruban Soccer League (CLS) itu kepada cirebonplus.com, Senin (4/9).

Menurut Yan, sapaan akrabnya, ada dua hal yang membuat produktivitas gol tinggi dalam LSN 2017 yang memperebutkan trofi Ridwan Kamil Cup ini. Pertama, pertemuan dua tim yang kekuatannya timpang, sehingga kesebelasan unggulan bisa memetik kemenangan dengan jumlah gol lebih banyak.

Ia memberikan contoh pertemuan antara Peondok Pesantren (Pontren) Manarul Huda Subang versus Pontren Ulumudin Susukan, Cirebon yang berkesudahan 7-0 untuk kemenangan tim pendatang. Pertandingan lainnya, Pontren Darut Tauhid Arjawinangun, Cirebon yang dicukur Pontren Al Ikhsan Subang dengan skor 6-0.

“Juga pertemuan antara Manarul Huda Subang di babak 16 besar yang menggasak ISDA Darussalam Babakan, Cirebon dengan skor 8-1. Belum lagi pertandingan lainnya yang selisih golnya 4,” papar pria murah senyum itu.

Faktor lainnya, sambung dia, bertemunya tim-tim dengan kekuatan sepadan. Akibatnya, beberapa pertandingan berakhir draw dan pemenangnya harus ditentukan lewat adu penalti.

Yan menyebut pertemuan tim-tim bagus sebagai final dini. Misalnya saat kesebelasan Al Balagh Weru Lor, Cirebon bertemu dengan Miftahul Muta’alimin dari Ciawigebang, Kuningan, Nurul Fajri versus Darul Hikmah A, dan Darul Ilmi lawan Darul Hikmah B dengan rekor adu penalti terbanyak 8-7.

Meskipun demikian, Yan melihat secara umum kekuatan kesebelasan yang bertanding cukup merata. Tumbangnya tim-tim unggulan, termasuk dua finalis tahun 2016, Al Balagh dan Nurul Fajri, menunjukkan makin meratanya kekuatan peserta LSN 2017.

Secara team to team sejauh ini, Yan melihat penampilan impresif yang ditunjukkan Manarul Huda Subang. Meskipun jarak tempuh ke Lapangan Garuda Tegalwangi, Cirebon lumayan jauh, tetapi mampu menyuguhkan performa baik.

“Bahkan hingga putaran kedua, Manarul Huda Suang produktivitas golnya paling tinggi. Sudah mencetak 9 gol dalam 2 pertandingan atau rata-rata 4,5 gol di setiap bertanding,” ungkapnya.

Yang paling dramatis, lanjut dia, adalah kesebelasan Pontren Darul Hikmah B. Dua kemenangannya dicapai dengan susah payah, pertama bertemu Pontren Insaniyah Kubangdeleg 1-0 dan penalti lawan Darul Ilmi 8-7.

Fakta pertandingan lainnya, kata Yan, Pontren Darul Musyawirin Weru dalam babak 8 besar nanti harus menerima kenyataan salahsatu pemainnya atas nama Hilmi tidak bisa tampil, karena menerima akumulasi kartu kuning dalam pertandingan sebelumnya. Sedangkan dua pemain yang diganjar kartu merah yakni Tedi (Darul Hikmah B) dan Ulul Albab (PP Assalafiyah Bode) sudah bisa tampil di babak 8 besar, karena sudah menjalani hukuman. (*)

Laporan: Eko Yudi Yanto

Related posts