kuping kiri

Gatot Berani Setor Rp100 Juta untuk Jabatan Sekdis karena Karirnya Mandek 12 Tahun

Gatot Berani Setor Rp100 Juta untuk Jabatan Sekdis karena Karirnya Mandek 12 Tahun

Cirebonplus.com (C+) – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung kembali menggelar sidang lanjut dugaan kasus jual beli jabatan dengan terdakwa Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Gatot Rachmanto, Rabu (31/1). Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa.

Data Cirebonplus.com dari sejumlah sumber, terungkap dalam sidang bahwa pemberian uang Rp100 juta dari terdakwa Gatot kepada Bupati Cirebon nonkatif Sunjaya Purwadisastra sebagai imbalan atas jabatan sekretaris DPUPR yang baru saja didapatnya. Hal itu diungkapkan Gatot saat ditanya jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sidang Gatot juga menceritakan proses penyerahan uang “upeti” itu. Menurutnya, uang Rp100 juta dititipkan melalui Deni, sang ajudan Sunjaya. Uang tersebut diberikan kepada Deni setelah ada telepon dari Sunjaya.

Saat dicecar jaksa soal besaran uang yang diberikan hingga mencapai Rp100 juta. “Kalau sekelas sekdis (biasanya) segitu ngasihnya,” jawab Gatot.

Gatot melanjutkan, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah bukan rahasia lagi bahwa untuk mutasi atau promosi jabatan bagi seorang pejabat diharuskan memberikan uang kepada bupati. Soal standar “harga” jabatannya, Gatot mengaku tidak tahu.

Dalam sidang Gatot juga menyampaikan curahan hati (curhat) selama bertugas. Menurutnya, keberaniannya untuk memberikan uang sebesar Rp100 juta didasarkan pada karirnya selama 12 tahun yang dirasa sudah mentok, padahal bila melihat syarat normatif tergolong mumpuni, karena sudah diklat.

Untuk diketahui kasus ini terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah orang, di antaranya Bupati nonaktif Sunjaya Purwadisastra dan Sekretaris DPUPR nonaktif Gatot Rachmanto. Namun berdasarkan pemeriksaan KPK hanya menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Sejuah ini untuk memperdalam kasus tersebut, KPK telah memeriksa puluhan pejabat, pengusaha, honorer, dan lainnya. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di gedung KPK, tapi juga di Markas Polres (Mapolres) Cirebon Kota (Ciko) beberapa pekan lalu.

Dalam perkembangannya, baru Gatot Rachmanto yang berstatus terdakwa dan kasusnya telah disidangkan sebanyak dua kali. (Red)

Foto: Net

Related posts