kuping kiri

Gerbang Wiramuda Usulkan Jalan Fatahillah Jadi Pusat Kuliner Cirebon

Gerbang Wiramuda Usulkan Jalan Fatahillah Jadi Pusat Kuliner Cirebon

Cirebonplus.com (C+) – Ketua Gerak Bangkit Wirausahawan Muda (Gerbang Wiramuda) Cirebon Raya, H Solihin Busyaeri mengusulkan kepada eksekutif maupun legislatif agar Jalan Fatahillah dijadikan sentral kuliner. Jalur antara Plered-Sumber itu dianggap memiliki tipologi kewilayahan yang pas sebagai pusat keramaian yang bisa menjadi solusi atas beberapa masalah yang muncul akibat pertumbuhan ekonomi.

Di sepanjang jalan itu, papar dia, sudah banyak berdiri sejumlah tempat kuliner dan cukup dikenal oleh masyarakat Cirebon khususnya, baik tradisional maupun franchise. Sebut saja Pedesan Entog Mas Nana, Sop Balungan Megu, Bubur Ayam Kampung Mas Pelet, Es Tawuran, Empal Gentong Kikil Mang Kojek, Bakso Beranak, deretan pedagang kelapa muda, sejumlah minikafe, Majesty, AFC, dan masih banyak lagi.

Lantaran sudah banyak berdiri, kata Solihin, pemerintah hanya cukup melakukan beberapa sentuhan yang bersifat policy. Kebijakan yang dimaksud, seperti memindahkan sejumlah rumah makan di sepanjang Plered-Kedawung ke Jalan Fatahillah dan membuat shelter-shelter pedagang khas yang dikemas lebih menarik.

“Yang juga penting adalah memberikan pendampingan kepada pedagang agar dapat mengubah performance fisik tempat jualannya agar lebih menarik dan unik. Termasuk bantuan modal untuk menambah kapasitas jualannya,” kata pria yang juga salahsatu komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Cirebon itu kepada cirebonplus.com.

Bila pemindahan kuliner di jalan by pass terwujud, sambungnya, dapat menjadi solusi atas kemacetan di jalur Plered-Kedawung yang salahsatunya akibat sebagian badan jalan digunakan untuk tempat parkir konsumen sejumlah tempat makan itu. Dan jika pemerintah bersama stakehokders yang ada bisa menciptakan branding Jalan Fatahillah sebagai pusat kuliner terbesar, diyakini tak hanya membantu pengusaha makanan tapi juga ada multiplier ekonomi bagi banyak orang.

“Akan banyak orang yang bisa terlibat dalam kegiatan ekonomi di kawasan itu nantinya. Belum lagi tumbuhnya sektor jasa yang tidak kecil,” ujar pria asal Bode Lor, Plumbon itu.

Secara makro, lanjut dia, bila itu terwujud akan membantu percepatan pertumbuhan kawasan Sumber sebagai ibu kota Kabupaten Cirebon. Pasalnya, diketahui bahwa sebagai kawasan berpredikat kota, tapi pertumbuhannya tidak secepat Plered.

Apalagi, sambung Solihin, di Jalan Fatahillah saat ini sudah berdiri stadion sepakbola yang besar, meski belum jadi. “Sudah banyak faktor pendukung, tinggal political will pemerintah saja,” pungkasnya. (*)

Laporan: Khoirun Yasir

Related posts