kuping kiri

GP Ansor Cirebon Hadiri Pengajian UBN karena Mau Ikrar Setia Pancasila

GP Ansor Cirebon Hadiri Pengajian UBN karena Mau Ikrar Setia Pancasila

Cirebonplus (C+) – Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ustad Ujang Bustomi (UUB) menyayangkan niat baik organisasinya untuk membangun silaturahmi dengan kelompok lain, terutama Ustad Bakhtiar Nasir (UBN) diplintir pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia merasa ada yang terus berusaha menjadi “pembakar” untuk memojokkan organisasinya.

Kang Ujang, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pihaknya mau membangun silaturahmi, ikut mendengarkan pengajian, bahkan menjaganya dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, karena semata-mata UBN mau berikrar setia terhadap Pancasila, UUD 1945, dan berkomitmen menjaga kebhinekaan. Baginya, siapapun yang berikrar demikian adalah saudara sebangsa.

“Sebaliknya, bila ada pihak-pihak yang berniat mengganti dasar negara Indonesa atau berusaha memecah belah bangsa dengan provoaksi sana provokasi sini, maka siap-siap berhadapan dengan GP Ansor dan Banser,” papar Kang Ujang kepada cirebonplus.com, Selasa (28/11).

Menurutnya, selama ini GP Ansor dan Banser keras terhadap pihak-pihak yang ingin mengganggu Pancasila dan persatuan bangsa, karena semata-mata ingin ikut menjaga agar Indonesia tetap damai. Ia juga mengajak semua elemen Islam untuk mendakwahkan Islam yang sejuk atau rahmatan lil ‘alamin.

Sebelumnya, Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cirebon, Ustad H Ujang Bushtomi dan Ustad H Bachtiar Nasir menunjukkan kemesraan dan berkomitmen yang sama dalam menjaga persatuan dalam tabligh akbar yang diselenggarakan Al Jam’iyatul Wasliyah di Kelurahan Perbutulan, Kecamatan Sumber, Ahad malam (26/11).

Keduanya terlibat perbincangan santai sejak acara belum dimulai. Di atas panggung mereka berkomitmen menjaga ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan. Bahkan UBN juga menegaskan kesetiannya terhadap Pancasila dan UUD 1945.

“Kita sepakat menjaga iklim kondusif di Kabupaten Cirebon dan saling mengingatkan untuk kebaikan. Umat Islam satu dengan lainnya harus senantiasa menjunjung tinggi ukhuwah atau persatuan, berdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945,” ungkapnya.

Dikatakan, kedatangan GP Ansor dan Banser dalam acara tersebut menjadi bukti pihaknya tidak pernah membubarkan pengajian. Pihaknya ingin meluruskan hal itu. Selama pengajiannya menyejukkan, tidak provokatif, tidak menyinggung SARA, dan tentu saja berkomitmen terhadap Pancasila dan keutuhan NKRI, pihaknya akan mendukung penuh. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts