kuping kiri

Grogol Jadi Fokus Penanganan Rawan Pangan, Bantuan Modal Jadi Prioritas

Grogol Jadi Fokus Penanganan Rawan Pangan, Bantuan Modal Jadi Prioritas

CIREBON (Ci+) – Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon menjadi salahsatu fokus program penanganan rawan pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP). Pembinaan dan perbantuan pun terus dilakukan agar Grogol keluar dari status desa rawan pangan.

Selasa (15/3), jajaran DKP Kabupaten Cirebon bertandang ke Desa Grogol untuk monitoring. Bertempat di balai desa setempat, sejumlah pihak turut hadir.

Pantuan cirebonplus.com, hadir dalam acara tersebut Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan (DKP) Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas, Camat Kapetakan Charsono, Kuwu Desa Grogol Sukemi, kepala UPT, dan masyarakat Grogol.

Dalam kesempatan itu Asep Pamungkas mengatakan, ada dua faktor penyebab terjadinya rawan pangan yakni daya beli masyarakat yang rendah dan tingkat konsumsi makanan bergizi. Pertama karena faktor ekonomi, sedangkan yang kedua karena tidak mengertinya warga tentang pentingnya makanan bergizi.

“Oleh karena itu, dengan hal demikian perlu adanya pembinaan. Kami selalu memberikan pembinaan,” ujar Asep.

Ia bersyukur Desa Grogol sudah cukup mengalami penurunan tingkat kerawanan pangan. Di antara program yang digerakkan adalah konsep mandiri pangan.

Bentuknya adalah pemberian modal kepada kelompok warga dari beragam profesi, seperti tukang ojek, pedagang, dan sebagainya. “Mereka membentuk kelompok, diberikan modal usaha, kemudian dipantau terus hingga berhasil membawa warga keluar dari kategori rawan pangan,” jelasnya.

Secara makro ia berharap Kabupaten Cirebon terbebas dari rawan pangan. Tetapi yang pasti, harus ada progres positif dari waktu ke waktu.

Camat Kapetakan, Charsono juga berharap Desa Grogol bisa keluar dari kategori rawan pangan. Permodalan yang ada hendaknya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga.

“Mudahan-mudahan dengan peran serta seluruh warga khususnya Desa Grogol, program ini bisa terlaksanakan dengan sukses dan lancar. Juga bantuan permodalan yang sudah diberikan bisa dimanafaatkan dengan baik dan benar,” pungkasnya. (*)

Laporan: DK Priyansa

Related posts