kuping kiri

Hari Ini KPK Perdalam Keterangan Direktur PT KJM Terkait Tersangka Sunjaya

Hari Ini KPK Perdalam Keterangan Direktur PT KJM Terkait Tersangka Sunjaya

Cirebonplus.com (C+) – Pasca perpanjangan kedua penahanan tersangka dugaan suap mutasi dan promosi jabatan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Sunjaya Purwadisastra, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pendalaman. Sehari sebelumnya psikolog Yunadia Nur Galura diperiksa sebagai saksi, hari ini (27/12) KPK juga kembali akan memeriksa saksi terkait kasus yang menjerat Sunjaya.

Hal itu disampaikan Juru bicara KPK, Febri Diansyah kepada para wartawan. Kali ini pemeriksaan penyidik KPK akan dilakukan terhadap Direktur PT Kreasindo Jaya Mahesa (KJM), Muhammad Subhan.

“Saksi diperiksa untuk tersangka SUN (Sunjaya Purwadi Sastra, bupati Cirebon (nonaktif),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis (27/12).

Untuk diketahui bahwa Subhan sebelumnya telah menjalani pemeriksaan pada tanggal 3 Desember. Yang bersangkutan juga ternyata merangkap sebagai Direktur PT Milades Indah Mandiri.

Untuk diketahui, sejak penangkapan terhadap Sunjaya Purwadisastra dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK 24 Oktober 2018, sudah dilakukan perpanjangan penahanan dua kali. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan penambahan tersangka oleh KPK dalam kasus yang melibatkan Sunjaya.

Dalam dugaan kasus suap terkait mutasi, rotasi, dan promosi jabatan di Pemkab Cirebon itu KPK baru menetapkan tersangka dan menahan Bupati nonaktif Sunjaya dan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Gatot Rachmanto.

Untuk diketahui, dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kasus tersebut, KPK mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga terkait tindak pidana yakni uang rupiah sebesar total Rp385.965.000 dengan rincian Rp116 juta dan Rp269.965.000 dalam pecahan Rp100 ribu serta Rp50 ribu rupiah. Selain itu, bukti transaksi perbankan berupa slip setoran dan transfer senilai Rp6.425.000.000.

KPK menduga pemberian oleh Gatot kepada Sunjaya melalui ajudan bupati sebesar Rp100 juta terkait fee atas mutasi dan pelantikan GAR sebagai sekretaris DPUPR Kabupaten Cirebon.

Diduga Sunjaya sebagai Bupati juga diduga menerima pemberian Iainnya secara tunai dari pejabat-pelabat di lingkungan Pemkab Cirebon sebesar Rp125 juta melalui ajudan dan sekretaris pribadi bupati. Modus yang diduga digunakan adalah pemberian setoran kepada bupati setelah pejabat terkait dilantik. Nilai setoran diduga telah diatur mulai dari jabatan lurah, camat hingga eselon III.

Selain pemberian tunai terkait mutasi jabatan, diduga Sunjaya juga menerima fee total senilai Rp6.425.000.000 yang tersimpan dalam rekening atas nama orang lain yang berada dalam penguasaan bupati yang digunakan sebagai rekening penampungan terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Cirebon tahun anggaran 2018.

Sunjaya adalah petahana yang memenangi Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon 2018. KPK juga mengindentifkasi uang suap yang diterima oleh Sunjaya untuk kepentingkan pilbup. (Dewo/C+1)

Related posts