kuping kiri

Hoax Marak Rakyat Soak

Hoax Marak Rakyat Soak

Oleh: Ameliyatun Alnafilah

DALAM beberapa tahun ini, fenomena informasi atau berita bohong (hoax) jadi perbincangan khalayak. Dari waktu ke waktu kuantitasnya makin banyak, mengkhawatirkan.

Di media sosial, berita-berita fitnah, pemlintiran, rekayasa, dan penuh provokasi berseliweran. Bagi yang memiliki daya filter, tentu berita hoax tidak berpengaruh banyak dan jumlahnya relatif sedikit.

Fakta yang tidak bisa dibantah, warga media sosial yang mengakses berita hoax kuantitasnya lebih banyak. Tidak sedikit dari mereka yang menganggapnya sebagai berita benar atau faktual.

Apa yang terjadi dengan bangsa ini, sehingga berita hoax tumbuh subur? Saya meyakini, produsen berita hoax bukan warga Indonesia yang berpendidikan SD atau SMP. Bahkan, saya sangat meyakini yang memproduksi adalah mereka yang memiliki tingkat intelektual tinggi atau sekelas sarjana.

Moralitas. Itu persoalan utamanya. Orang dengan kualitas pendidikan tinggi, bahkan berpengetahuan agama cukup, tak ada beban memproduksi berita hoax. Ini artinya, moralitas bangsa di ujung nadir. Dengan kapasitas pendidikan warga yang tinggi saja tanpa merasa bersalah terus mengumbar fitnah, bohong, rekayasa, adu domba dan lainnya, bagaimana yang tidak berpendidikan dan jumlahnya lebih besar? Hoax marak, rakyat makin soak. Karena itu stop hoax! (*)

Penulis Adalah Mahasiswi Semester V KPI IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Related posts