kuping kiri

Ingin Simpan Bukti Setor, Gatot Sempat Swafoto Ngasih uang ke Ajudan Bupati

Ingin Simpan Bukti Setor, Gatot Sempat Swafoto Ngasih uang ke Ajudan Bupati

Cirebonplus.com (C+) – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung kembali menggelar sidang lanjut dugaan kasus jual beli jabatan dengan terdakwa Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Gatot Rachmanto, Rabu (31/1). Sidang kali ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa.

Data Cirebonplus.com dari sejumlah sumber, ada keterangan menarik yang disampaikan Gatot dalam sidang tersebut. Saat menyetorkan uang Rp100 juta yang bersangkutan menyempatkan diri untuk swafoto bersama ajudan Bupati nonaktif Sunjaya, Deni.

Dalam keterangannya, menurut Gatot foto itu disimpan sebagai bukti bahwa dirinya sudah memenuhi permintaan atasan, dalam hal ini Bupati nonaktif Sunjaya. “Maksudnya untuk dokumentasi bahwa saya sudah benar bertemu ajudan Deni sesuai yang dijanjikan,” tandas dia.

Selain itu, dalam sidang Gatot juga menyampaikan bahwa pemberian uang Rp100 juta kepada Bupati Cirebon nonkatif Sunjaya Purwadisastra sebagai imbalan atas jabatan sekretaris DPUPR yang baru saja didapatnya. Hal itu diungkapkan Gatot saat ditanya jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sidang Gatot juga menceritakan proses penyerahan uang “upeti” itu. Menurutnya, uang Rp100 juta dititipkan melalui Deni, sang ajudan Sunjaya. Uang tersebut diberikan kepada Deni setelah ada telepon dari Sunjaya.

Saat dicecar jaksa soal besaran uang yang diberikan hingga mencapai Rp100 juta. “Kalau sekelas sekdis (biasanya) segitu ngasihnya,” jawab Gatot.

Gatot melanjutkan, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon sudah bukan rahasia lagi bahwa untuk mutasi atau promosi jabatan bagi seorang pejabat diharuskan memberikan uang kepada bupati. Soal standar “harga” jabatannya, Gatot mengaku tidak tahu.

Dalam sidang Gatot juga menyampaikan curahan hati (curhat) selama bertugas. Menurutnya, keberaniannya untuk memberikan uang sebesar Rp100 juta didasarkan pada karirnya selama 12 tahun yang dirasa sudah mentok, padahal bila melihat syarat normatif tergolong mumpuni, karena sudah diklat.

Untuk diketahui kasus ini terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah orang, di antaranya Bupati nonaktif Sunjaya Purwadisastra dan Sekretaris DPUPR nonaktif Gatot Rachmanto. Namun berdasarkan pemeriksaan KPK hanya menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Sejuah ini untuk memperdalam kasus tersebut, KPK telah memeriksa puluhan pejabat, pengusaha, honorer, dan lainnya. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di gedung KPK, tapi juga di Markas Polres (Mapolres) Cirebon Kota (Ciko) beberapa pekan lalu.

Dalam perkembangannya, baru Gatot Rachmanto yang berstatus terdakwa dan kasusnya telah disidangkan sebanyak dua kali. (Red)

Foto: Net

Related posts