kuping kiri

Inisiatif Pemuda Tegalgubug Mengatasi “Banjir” Sampah Layak Ditiru, Seperti Ini Gerakannya

Inisiatif Pemuda Tegalgubug Mengatasi “Banjir” Sampah Layak Ditiru, Seperti Ini Gerakannya

CIREBON (Ci+) – Sampah jadi masalah krusial berbagai daerah di Kabupaten Cirebon. Menunggu langkah pemerintah daerah (pemda) yang prosedural tentu butuh waktu.

Dalam kondisi demikian, inisiatif dari masyarakat dibutuhkan. Tidak hanya secara pribadi, tetapi anggota masyarakat secara kolektif.

Salahsatu inisiatif warga yang aktif menangani masalah sampah adalah Aksi Tegalgubug Bersih yang diprakarsai anak-anak muda. Puluhan pemuda yang berasal dari Desa Tegalgubug dan Tegalgubug Lor itu biasanya menggelar aksi Minggu Bersih secara serentak di dua desa tersebut.

Pengurus Aksi Tegalgubug Bersih, Mahbullah mengatakan, pihaknya setiap Minggu melakukan bersih-bersih lingkungan. Di antaranya memungut sampah secara serentak dengan cara door to door di masing-masing blok, mulai Blok 1 sampai Blok 5 Desa Tegalgubug dan Tegalgubug Lor.

Menurutnya, di masing-masing blok punya koordinator yang akan me-report hasil memunguti sampah dari masyarakat melalui media sosial dan group Whatsapp (WA). Tujuannya agar blok-blok yang belum optimal menangani sampah bisa menjadi motivasi dan bergabung dengan Aksi Tegalgubug Bersih.

“Saya berharap gerakan inisiatif seperti ini bisa dicontoh oleh daerah lain, khususnya Kabupaten Cirebon. Hal itu demi terciptanya lingkungan yang bersih dan masyarakat yang sehat,” harap Abul.

Sejauh ini, sambungnya, gerakan tersebut terkendala tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di wilayah Kecamatan Arjawinangun. Untuk sementara sesuai instruksi pemerintah desa, sampah yang terkumpul dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) tepi sungai.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat desa, namun belum ada titik temu untuk membuat TPA. Abul berharap pmerintah daerah dalam hal ini Bupati Cirebon melalui dinas terkait bisa segera membangun TPA di setiap wilayah agar persoalan sampah bisa teratasi.

“Karena buruknya penanganan sampah di suatu daerah, maka mencerminkan buruknya kinerja pemerintah daerah. Juga meminta dukungan pemerintah desa dan masyarakat program ke depan kami akan mnyediakan tong sampah per rumah, sehingga saat memungut sudah tersedia,” kata dia kepada cirebonplus.com, Selasa (7/3).

Pihaknya juga akan memisahkan sampah industri, sampah rumah tangga, serta sampah organik dan anorganik. Sebagian sampah jenis plastik limbah bungkus serbuk es dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan membuat tas, taplak meja, tepak, dan lainnya yang nantinya dijual kepada masyarakat. (*)

Laporan: Mahrus Ali

Related posts