kuping kiri

Jaga Komitmen Terhadap Demokrasi, Assyirbani Gelar Silaturahmi Kebangsaan

Jaga Komitmen Terhadap Demokrasi, Assyirbani Gelar Silaturahmi Kebangsaan

Cirebonplus.com (C+) – Kaum santri memiliki andil besar dalam proses sejarah bangsa Indonesia hingga saat ini. Zaman penjajahan ikut berperang, awal kemerdekaan ikut menentukan dasar negara, hingga saat ini memngawal atau membentengi demokrasi dari berbagai ancamannya.

Atas dasar itu, menjaga komitmen para santri terhadap demokrasi sangat penting. Hal itulah yang mendasari Yayasan Assyirbani menggelar silaturahmi kebangsaan dengan tema Pemuda dan Santri Sebagai Aktor Perubahan Mengawal Kehidupan Demokrasi di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Al Biruni, Ciwaringin, Cirebon, Sabtu (24/3).

Kegiatan dialog terbuka tersebut menhadirkan lima narasumber antara lain Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi, dan Ketua STID Al Biruni Cirebon KH Lukman Hakim. Narasumber lain yang dihadirkan adaalah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon Saefudin Jazuli dan Kasi Pontren Kemenag Kabupaten Cirebon H Abu Bakar sebagai pemateri lainnya, serta dipandu Pemimpin Redaksi Cirebonplus.com Kalil Sadewo.

Ketua Yayasan Assyirbani H Iin Masrukhin mengatakan, pihaknya sudah dua kali menggelar kegiatan semacam itu. Rencananya kegiatan yang sama juga akan digelar di tempat lainnya.

Selain menjaga komitmen para santri terhadap demokrasi, lanjut dia, kegiatan semacam itu juga sebagai sarana pendidikan politik. “Kami berharap kegiatan ini memperkuat komitmen kita para santri dalam menjaga demokrasi agar on the track,” kata pria yang dikenal supel itu dalam sambutan pembukaannya.

Sejumlah undangan hadir dalam kegiatan tersebut antara lain ulama akademisi KH Affandi Mukhtar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Hj Yuningsih, Staf Ahli Bupati Cirebon H Deddy Nurul, Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Cirebon H Adhe Dahwani, perwakilan pihak kepolisian. Tampak pula sejumlah ulama muda terutama dari Pesantren Babakan dan sekitarnya, para mahasiswa, para santri, dan masyarakat umum. (*)

Laporan: Khoirun Yasir

Related posts