kuping kiri

Kang Muh: Kasus Status Facebook Sukaryadi Bukan Penistaan Agama

Kang Muh: Kasus Status Facebook Sukaryadi Bukan Penistaan Agama

Cirebonplus.com (Ci+) – Pengasuh Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Cirebon, KH Mustofa Aqil Siroj ikut mengomentari persoalan yang membelit salahsatu Anggota DPRD Kabupaten Cirebon sekaligus Ketua DPD Partai Nasdem, H Sukaryadi SE. Kiai yang akrab disapa Kang Muh itu menyampaikan, kalimat Sukaryadi di media sosial (medsos) yang memunculkan kegaduhan sebenarnya tidak ada unsur penistaan agama.

Secara pribadi ia menduga, hal itu menjadi gaduh karena dipolitisir oleh orang-orang yang memang tak suka terhadap yang bersangkutan. Bunga-bunga itulah yang membuat kondisi menjadi keruh.

“Tidak ada unsur penistaan agama sama sekali dari status Pak Sukaryadi. Ini kemungkinan ada unsur politik dan pemanfaatan oleh orang-orang yang tidak senang kepadanya. Jadi jangan memperkeruh,” tegas Kang Muh di hadapan awak media saat jumpa pers di kediamannya, Minggu (16/7).

Ia menjelaskan, dalam bahasa Arab terdapat istilah tekstual dan kontekstual. Begitupula di dalam ayat-ayat Alquran yang ditutunkan oleh Allah SWT.

Artinya, sambung dia, setiap bahasa ataupun ayat Alquran bisa ditakwili atau suatu usaha untuk memahami ucapan maupun kata-kata. Begitu pula hal-hal yang sekiranya berbahaya atau merugikan orang lain, maka perlu adanya pentakwilan.

“Termasuk juga statusnya Pak Sukaryadi di Facebook (FB), perlu ditakwili. Dan tergantung niatnya, saya pun sudah klarifikasi yang bersangkutan dan yang dilakukannya tidak seperti itu. Artinya yang bersangkutan mengakui tidak ada maksud tidak takut kepada Allah dalam statusnya itu,” papar pengurus PBNU itu.

Anggota Fatwa MUI pusat tersebut berharap, permasalahn tersebut tidak diperlu diperkeruh hingga berlarut-larut. Apalagi, secara pandangan Agama Islam pun jelas-jelas tidak ada unsur penistaan agama.

“Saya berangkat dari husnudzon, Pak Sukaryadi tidak ada niatan untuk tidak takut kepada Allah seperti yang ada dalam statusnya. Maka saya inginkan situasi ini jangan diperkeruh,” katanya.

Kang Muh juga meyakini hal itu tidak ada unsur pidana di dalamnya. Apalagi, pihak kepolisian pun harus menentukan semuanya itu berdasarkan ahli agama. Dan secara pandangan agama, tidak ada unsur penistaan agama di dalamnya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar permasalah yang hingga membuat kondisi tak kondusif itu tidak lagi dipersoalkan. Dan harusnya menyejukkan situasi, tidak malah memperkeruh.

“Sekali lagi, saya berangkat untuk menyejukan situasi. Kata-kata itu perlu ditakwili, jangan langsung men-judge hal itu salah atau menistakan agama sebelum dibuktikan kebenaranya dan dimintai klarifikasi dari yang bersangkutan,” pungkasnya. (*)

Laporan: DK Priyansa

Related posts