kuping kiri

Kenang Tragedi 67 Pionir, Kemendesa PDTT Ziarah ke Makam “Pahlawan” Transmigrasi di Indramayu

Kenang Tragedi 67 Pionir, Kemendesa PDTT Ziarah ke Makam “Pahlawan” Transmigrasi di Indramayu

Cirebonplus.com (C+) – Setiap tanggal 12 Desember diperingati sebagai Hari Bhakti Transmigrasi (HBT). Tahun ini memasuki peringatan yang ke-68.

Salahsatu kegiatan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) untuk memperingati HBT adalah berziarah ke makam para pionir transmigrasi di Desa/Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Ziara dipimpin Direktur Jenderal Penyiapan Kawasan dan Pembangunan Permukiman Transmigrasi (PKP2Trans) Kemendesa PDTT, R Hari Pramudiono. Dalam kesempatan itu, Hari Pramudiono mengatakan, ziarah ini merupakan bentuk penghormatan dan doa kepada para arwah pionir transmigran yang gugur saat itu.

“Kegiatan ziarah ke makam pionir transmigrasi ini merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) yang ke-68 dan puncaknya akan dilaksanakan di Bengkulu yang insya Allah dihadiri oleh Presiden RI. Diharapkan nantinya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilakukan di daerah-daerah tujuan transmigrasi khususnya di wilayah timur Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendesa PDTT, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu beserta jajaran, ketua umum Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (PATRI) beserta beberapa pengurus PATRI, dan peserta ziarah lainnya baik dari Kemendesa PDTT maupun dari Kabupaten Indramayu.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Ahmad Bahtiar mengatakan, program transmigrasi tidak hanya untuk memindahkan penduduk ke daerah tujuan, tetapi juga sebagai perekat NKRI.

“Saya berharap kepada para transmigran untuk dapat mengembangkan potensinya dan sukses di tempat transmigrasi nantinya, sehingga tidak perlu lagi untuk kembali ke daerah asal,” terangnya.

Ketua Umum PATRI, Sugiarto Sumas mengatakan, ziarah itu sebagai bentuk penghormatan kepada para pionir ketransmigrasian yang telah gugur dalam perjuangan mereka untuk bertransmigrasi. Dia berharap para transmigran dan anak transmigran yang berhasil di daerah tujuan dapat mengunjungi monumen pionir transmigrasi untuk ikut mengirimkan doa.

“Saya mengapresiasi Kementerian Desa PDTT yang melaksanakan kegiatan-kegiatan di Hari Bhakti Transmigrasi ke-68. Kami dari PATRI melakukan kegiatan-kegiatan salahsatunya adalah membentuk dewan pimpinan cabang (DPC) di beberapa daerah di Indonesia dan pada tanggal 12 Desember 2018, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PATRI akan meluncurkan registrasi anak transmigran secara online agar dapat diinventarisir potensi-potensi para transmigran,” terangnya.

Kegiatan ziarah ke makam pionir transmigrasi adalah agenda rutin setiap tahun yang merupakan upaya untuk mengenang peristiwa kecelakaan salahsatu rombongan bus transmigran asal Kabupaten Boyolali menuju UPT Rumbiya, Sumatera Selatan yang terjadi pada 11 Maret 1974 dini hari di Desa Sukra, Indramayu. Dalam peristiwa itu korban meninggal sebanyak 67 orang yang merupakan awal mula program transmigrasi yang dijalankan oleh pemerintah sebagai langkah untuk penyebaran pembangunan di Indonesia. (Dewo/C+5)

Foto: Kemendesa PDTT

Related posts