kuping kiri

Kenapa 20 Desa Masuk Kategori Rawan Pangan? Ini Kata BP5K

Kenapa 20 Desa Masuk Kategori Rawan Pangan? Ini Kata BP5K

ilustrasi: net.

 

KEDAWUNG (Ci+) – BP5K merilis data 20 desa di Kabupaten Cirebon yang masuk kategori rawan pangan. Data inilah yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, terutama jajaran Dewan Ketahanan Pangan untuk ditindaklanjuti melalui berbagai program nyata ke depan.

Hal itu mencuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Cirebon, Selasa (20/12). Hadir dalam rakor, sejumlah perwakilan instansi tim DKP dan jajaran penyuluh serta petugas pertanian.

Kepala BP5K Kabupaten Cirebon, H Sono Suprapto menjelaskan, yang dimaksud kerawanan pangan adalah stok pangan secara menyeluruh. Bukan hanya ditentukan stok beras yang tidak mencukupi, tetapi juga bahan pangan lainnya seperti bawang, minyak, terigu, daging, ayam, dan sebagainya.

Jika melihat parameter itu, sambungnya, kerawanan pangan juga bisa melanda desa “kaya”. Karena ada bahan pangan yang tak tersedia di desa tersebut

“Jumlah desa rawan pangan itu kajian dari konsultan. Yang melakukan kajian Bapadan Perencanaan Pembangunan (Bapeda),” tambah Sono, seraya mengatakan, masalah ketahanan pangan menjadi prioritas sesuai program Pemkab Cirebon yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Forum rakor, kata dia, ditujukan untuk merumuskan strategi menanggulangi masalah rawan pangan. Dari sini akan dilakukan maksimalisasi kerja agar stok bahan yang menjadi variabel ketahanan pangan di Kabupaten Cirebon mencukupi. (Ci+103)

Related posts