kuping kiri

KH Mustofa Aqil: Festival Tajug Realisasi dari Wasiat Sunan Gunung Jati

KH Mustofa Aqil: Festival Tajug Realisasi dari Wasiat Sunan Gunung Jati

Cirebonplus.com (C+) – Bertempat di Alun-alun Keraton Kasepuhan Cirebon, Festival Tajug 2018 secara resmi dibuka. Festival yang digelar untuk pertama kalinya dan akan menjadi agenda tahunan itu menjadi rangkaian peringatan Hari Santri Nusantara (HSN) 2018 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam kesempatan pembukaan, Ketua Panitia Festival Tajug 2018, KH Mustofa Aqiel Siradj mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan dalam rangka HHSN. Selain itu, merupakan realisasi dari wasiat Kanjeng Sinuhun Sunan Gunung Jati yaitu Ingsun Titip Tajug dan Fakir Miskin.

“Sebagai umat yang beriman, kita harus dapat meneruskan dan menjaga tajug,” tutur Kiai Mustofa seraya mengatakan, fungsi tajug sangatlah luas, tidak hanya sebagai pusat peribadatan namun juga dakwah dan meningkatkan perekonomian umat.

“Sebelum dibuka, kami sudah mengawali dengan kegiatan BBM atau bersih-bersih masjid di sejumlah tajug keraton kasultanan di Cirebon,” lanjut Kiai Mustofa.

Kegiatan BBM dilaksanakan sejak 15 hingga 19 Oktober di 9 masjid antara lain Langgar Agung, Masjid Pegajahan, Masjid Keraton Kanoman, Masjid Merah Panjunan, Masjid Pangeran Kejaksan, Masjid Buyut Trusmi, Masjid Kramat Kaliwulu, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, dan Masjid Gunung Jati. “Sedangkan tadi pagi baru dilaksanakan halaqah yang mengambil tema Melestarikan Masjid Kesultanan dan Meneguhkan Islam Nusantara,” ungkap Mustofa.

Ahad 21 Oktober, sambung Kiai Mustofa, akan diselenggarakan sejumlah kegiatan lomba antara lain puji-pujian, Tahfiz Qur’an juz yang ke-30, Azan Pitu, dan tutorial pelatihan salat sempurna yang diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada peserta yang mengikutinya.

“Sedangkan Senin, 22 Oktober 2018 yang merupakan Hari Santri Nasional, kita bersama-sama akan mengadakan syukuran dan resepsi,” sambungnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Kempek, Gempol, Cirebon itu berharap, rangkaian kegiatan Festival Tajug dalam rangka HSN ini bisa dijadikan agenda rutin setiap tahunnya, baik oleh Keraton Kasepuhan maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon yang didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Sementara itu, Sultan Sepuh XIV Arief Natadiningrat mengungkapkan bahwa tajug merupakan fondasi dalam mensyiarkan Islam.

“Saat ini ada sekitar 3.000 masjid tertua di Indonesia. Usianya rata-rata 200 hingga 300 tahun, salahsatunya Masjid Agung Sang Cipta Rasa yang usianya saat ini sudah mencapai 500 tahun,” ujar Arief.

Hingga kini masjid itu pun belum mengalami perubahan atau renovasi. Selanjutnya Arief berharap melakukan Festival Tajug ini, para santri bisa menjadi pelopor untuk meramaikan tajug di darah masing-masing dimana mereka berasal. (Ril/C+2).

Related posts