kuping kiri

KH Mustofa Aqil: Ulama Arab Tak Bisa Mencegah Perang, karena Tidak Punya Doktrin Cinta Tanah Air

KH Mustofa Aqil: Ulama Arab Tak Bisa Mencegah Perang, karena Tidak Punya Doktrin Cinta Tanah Air

CIREBON (Ci+) – KH Musthofa Aqil Siraj sedikit menyinggung soal Islam Nusantara saat pengajian Jumat malam (3/2) di Majelis Taklim Hidayatullah, Gunungsari, Kota Cirebon. Dengan bahasa khas yang mudah dicerna, Kang Mu, sapaan KH Mustofa Aqil Siraj, menyampaikan pentingnya berislam cara Indonesia. 

“Bu, pak, di Arab itu tempatnya orang-orang alim, ilmu agamanya tinggi-tinggi. Pinter ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmh usul fiqh, dan semua ilmu tentang keislaman. Makanya, ulama-ulama yang alim di Indonesia banyak yang nyantri di sana seperti Mbah Hasyim Asy’ari, Gus Dur, KH Said Aqil Siraj, dan banyak lagi,” kata Kang Mu mengawali pembahasannya tentang Islam Nusantara.

Tetapi, sambung Kang Mu, meskipun gudangnya ulama dan ahli agama Islam, mereka tidak bisa mencegah perang antarumat Islam. Mulai dari Irak, Suriah, Libiya, Turki, Afghanistan, dan negara lainnya, perang suadara tak terelakkan.

“Kenapa?” tanya Kang Mu kepada para jamaah. Menurutnya, ulama-ulama Arab tidak bisa mencegah peperangan karena tidak ada doktrin bahwa mencintai tanah air adalah sebagian dari iman.

Jadi, lanjut dia, Islam Nusantara itu sederhananya adalah Islam yang mencintai tanah air. Islam Indonesia menjaga perbedaan dalam bingkai Pancasila, termasuk perbedaan agama, suku, ras, termasuk beda bendera partai.

Dikatakan, seharusnya Indonesia perang terus, sebab banyak perbedaan di dalamnya. Tetapi itu tidak terjadi, karena disatukan oleh para ulama Indonesia melalui doktrin mencintai tanah air.

“Di Arjawinangun sejumlah tempat ibadah berdekatan. Di Kota Cirebon banyak gereja dan tempat ibadah agama lain. Di Junti Indramayu ada gereja. Tetapi sejak dulu semuanya aman, rukun, dan damai,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek itu.

Dalam kaidah Islam, kata dia, aman dulu baru iman. Susah untuk beriman bila kondisi tidak aman.

Ia mencontontohkan bagaimana susahnya beribadah baik wajib maupun sunah di daerah konflik Timur Tengah, karena kondisinya tidak aman. Karena itu beruntung menjadi orang Islam Indonesia yang telah menyepakati dan mengajarkan cinta tanah air sebagian daripada iman.

“Ini yang harus kita jaga sebagai umat Islam Indonesia,” tutur Kang Muh seraya mengatakan, banyak ulama-ulama negara lain terutama basis Islam yang sedang konflik mengadopsi Islam Nusantara ala Nahdlatul Ulama (NU) karena bisa menjaga kedamaian. (*)

Laporan: Kalil Baejeh.

Related posts