kuping kiri

Koalisi Golkar-Demokrat Deal, Posisi Cagub-Cawagub Jabar Belum Disepakati

Koalisi Golkar-Demokrat Deal, Posisi Cagub-Cawagub Jabar Belum Disepakati

Cirebonplus.com (C+) – Setelah digoda Partai Gerindra, akhirnya koalisi Partai Demokrat, PKS, dan PAN yang semula mengusung Deddy Mizwar-Ahamd Syaekhu, akhirnya bubar. Demokrat yang mengusung Deddy Mizwar ditinggal, karena PKS dan PAN diajak Gerindra untuk mengusung Sudrajat-Ahmad Syaekhu.

Tak butuh waktu lama, Deddy Mizwar (Demiz) langsung move on. Hanya berselang beberapa jam dari kesepakatan partai pengusung Sudrajat-Syaekhu, Demokrat langsung merapat ke Partai Golkar yang telah telah memberikan rekomendasi kepada Dedi Mulyadi.

Begitupun pembahasan koalisi, kedua partai yang mempertemukan Demiz dan Dedi Mulyadi di Rumah Makan Bebek Kaleyo, Kota Bandung Rabu (27/12) langsung klik. Keduanya sepakat berkoalisi di di Pilgub Jabar 2018.

Kepada sejumlah media Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Dedi Mulyadi mengaku soal chemistry dengan Demiz sudah dapat. Bahkan telah menyepakati untuk mendaftarkan keduanya sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada tanggal 9 Januari 2018 atau satu hari sebelum penutupan.

Bupati Purwakarta mengakui cepatnya proses koalisi yang dibangun. Satu jam setelah mengantongi SK penugasan dari Partai Golkar, saat yang bersamaan koalisi pengusung Demiz-Syaekhu bubar. Tak perlu menunggu lama, langsung mendapatkan mitra koalisi yang menyodorkan nama Demiz.

“Waktu semakin mepet menjelang pendaftaran tanggal 8-10 Januari. Tanpa banyak basa-basi, dalam waktu satu jam langsung sepakat,” kata dia.

Lalu siapa yang dipasang sebagai calon gubernur dan wakilnya? Dedi Mulyadi mengaku tidak akan mempermasalahkan untuk posisi calon gubernur dan wakil gubernur. Yang pasti, keduanya sepakat untuk mengabdikan diri demi kemajuan Provinsi Jabar. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts