kuping kiri

Kota Cirebon Layak Dibangun Pabrik Sampah RDF Bernilai Ratusan Miliar

Kota Cirebon Layak Dibangun Pabrik Sampah RDF Bernilai Ratusan Miliar

Cirebonplus.com (C+) – Kementerian PUPR berencana membangun pabrik pengolahan sampah dengan sistem Refuse Derived Fuel (RDF). Kota Cirebon menjadi nominasi untuk pembangunan tempat pengolahan sampah yang ramah lingkungan itu.

Hal itu disampaaikan perwakilan Cipta Karya Kementerian PUPR, Nanda Wardhana setelah menggelar rapat di ruang Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati, Selasa (25/6). Ia memastikan Kota Cirebon siap dengan semua persyaratan yang ditentukan.

Menurutnya, sebenarnya ada 10 kota yang rencananya akan dibangun tempat pengolahan sampah ramah lingkungan. “Namun dari 10 mengerucut ke 6 kota, salahsatunya Kota Cirebon,” ungkap Nanda.

Karena itu, mereka datang ke Kota Cirebon untuk menjajagi kesiapan pemerintah daerah setempat terhadap keberadaan pengolahan sampah ramah lingkungan tersebut. Nilai investasi pabrik pengolahan sampah RDF itu antara Rp700 miliar hingga Rp1 triliun yang berasal dari bantuan pemerintah Jerman.

Namun nantinya, pabrik tersebut akan diserahkan ke pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon untuk menjalankannya.

Untuk operasional sendiri dibutuhkan dana antara Rp22 miliar hingga Rp32 miliar/tahun. “Namun ini belum termasuk pendapatan yang akan didapatkan dari penjualan RDF ke pabrik semen,” ungkap Nanda seraya mengatakan, potensi pendapatan bisa mencapai Rp13 miliar/tahun bahkan lebih.

Selain komitmen, persyaratan lainnya yang dibutuhkan yaitu kecukupan lahan, yaitu antara 5,5 hingga 8 hektare. “Kota Cirebon tadi sudah menyatakan siap,” ungkap Nanda.

Setelah proses konseptual yang saat ini telah dilakukan, akan dilanjutkan dengan fisibility study (FS) atau studi kelayakan. Nanda pun mengungkapkan jika Kota Cirebon bisa menjadi salahsatu kota yang akan dibangunkan pabrik pengolahan sampah dengan RDF ini.

Sementara itu Wakil Walikota Eti Herawati menjelaskan bahwa pengolahan sampah ramah lingkungan ini yang dibutuhkan untuk Kota Cirebon. Jika ini dibangun, maka 70 persen permasalahan sampah yang ada di Kota Cirebon bisa terselesaikan.

“Kita akan terus dorong pengolahan sampah yang ramah lingkungan di Kota Cirebon,” ungkap Eti.

Eti berharap, Kota Cirebon menjadi salahsatu dari 6 kota yang terpilih untuk pembangunan pengolahan sampah ramah lingkungan ini. Sehingga pada 2020 mendatang, DED sudah dilakukan pada 2023 bisa segera beroperasi. “Karena kita siap semuanya, termasuk dari segi kebutuhan lahan,” ungkap Eti. (Dewo/Ril)

Related posts