kuping kiri

Kusta Bisa Sebabkan Kecacatan dan Stigma Buruk, FKDC Dorong Konseling Sebaya

Kusta Bisa Sebabkan Kecacatan dan Stigma Buruk, FKDC Dorong Konseling Sebaya

Cirebonplus.com (C+) – Forum Komunikasi Difabel Cirebon (FKDC) menggelar bedah buku Konseling Rekan Sebaya di aula Disbudparpor Kabupaten Cirebon, Kamis (7/2). Seminar diikuti anggota FDKC dan puluhan mahasiswa sewilayah Cirebon.

Kegiatan juga dihadiri perwakilan dari perwakilan pemerintah baik pusat maupun daerah. Dari pusaat tampak hadir perwakilan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) RI dan dari unsur Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon diwakili pejabat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon.

Ketua FKDC Abdul Mujib mengatakan, maksud dan tujuan bedah buku ini untuk memberikan penjelasan tentang Konseling Sebaya dan bahaya kusta. Penyakit ini sangat berbahaya bila tidak ditangani dengan cepat.

“Kalau misalkan tidak ditangani secara dini atau misal kurangnya penanganan, memang akan menjadi masalah yang sangat serius. Karena ketika penanganannya telat bisa mengakibatkan kecacatan,” ujar Abdul Mujib saat ditemui Cirebonplus.com di sela bedah buku.

Dikatakan, setelah mengalami cacat, akan menyebabkan beberap stigma yang tidak baik terhadap orang yang mengidap kusta. “Setelah mereka cacat, pasti akan menimbulkan persoalan-persoalan baru, contohnya stigma sosial akan tumbuh,” tambah Mujib.

Mujib menganjurkan kepada teman-teman pengidap kusta untuk mengenali diri mereka sendiri secara fisik atau nonfisik. Ketika mereka sudah mengenal ciri fisik dan nonfisiknya dan mengakui sebagai identitas dirinya, ketika ada perlakuan dan kata-kata yang kurang enak didengar oleh mereka, maka sudah bisa menerima.

Jika para penderita kusta mengurung diri, sambungnya, ternyata stigmanya lebih tinggi dan pengaruh buruknya lebih banyak yang tak bisa diterima oleh mereka. Karena alasan itulah mereka harus keluar dari permasalahan itu.

Dalam posisi ini, sangatlah penting konseling sebaya dengan melakukan pendekatan melalui temannya yang pernah atau sedang mengalami kusta. “Kalau konseling, cenderung ke orang-orang yang pernah mengalami, kalau belum ia sudah punya stigma. Pendekatannya dengan cara membangun hubungan dan bagaimana caranya agar mereka merasa dekat dengan kita,” pungkas Mujib. (M Surya/C+3)

Related posts