kuping kiri

Lagi, Akademisi Siap Wakafkan Hasil Riset untuk Mulok Sejarah Cirebon

Lagi, Akademisi Siap Wakafkan Hasil Riset untuk Mulok Sejarah Cirebon

CIREBON (Ci+) Dukungan besar ditunjukkan para akademisi terhadap gagasan muatan lokal (mulok) sejarah Cirebon untuk para pelajar berbagai tingkatan. Satu per satu mereka menyatakan kesiapannya untuk menyumbangkan pikiran dan hasil karya ilmiah atau penelitian tentang sejarah Cirebon.

Bila sebelumnya dosen filologi Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), Opan Safari MHum menyatakan dukungannya dan menyarankan agar hasil disertasi bisa dijadikan bahan untuk menyusun bahan ajar, hal yang sama ditunjukkan Wakil Dekan Fakultas Adab, Dakwah, dan Ushuludin IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Dr Hj Fatimah MHum.

Sebagai akademisi yang pernah melakukan penelitian ilmiah, Fatimah mengakui bahwa sejarah Cirebon sangat menarik. Karena itu, bila mulok sejarah terealisasi dan diajarkan di sekolah-sekolah, ia siap mewakafkan hasil risetnya.

“Insya Alloh saya siap menyumbangkan hasil riset. Di antaranya tentang Syekh Nurjati dan Nyi Mas Rara Santang. Pokoknya, untuk sejarah Cirebon, yes untuk mulok,” ujar Fatimah penuh semangat kepada cirebonplus.com, Jumat (13/1).

Meskipun demikian, sambungnya, generasi penerus tetap harus mempelajari sejarah Indonesia. Semua jurusan dan tingkatan harus diberikan secara nasional.

Ia prihatin, generasi baru terputus pengetahuannya tentang jasa para pahlawan. Sehingga tidak memiliki empati dan tanggung jawab dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan.

Dikatakan, fenerasi baru cenderung larut dalam arus globalisasi yang tak terkendali. Tidak mampu belajar pada kemajuan negara lain, sebaliknya hanya sebagai penikmat budaya yang tidak sepenuhnya cocok dengan cita-cita pendiri bangsa ini.

“Kenapa? Karena tidak tahu sejarah penjuangan dalam memerdekakan bangsa ini,” pungkasnya. (*)

Laporan: Hamdi Muntadir

Related posts