kuping kiri

LPNU Salurkan Kredit Wirabina NU untuk Pedagang Pasar Sumber

LPNU Salurkan Kredit Wirabina NU untuk Pedagang Pasar Sumber

Cirebonplus.com (C+) – Pasca dilantik 12 Maret 2018, pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Cirebon tancap gas. Ada dua program nyata yang langsung direalisasikan lembaga di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon itu, salahsatunya adalah Kredit Usaha Wirabina NU.

Wirabina NU merupakan kepanjangan dari Wirausaha Binaan Nahdlatul Ulama. Program yang sempat digulirkan Lembaga Amil Zakat Infak dan Sodakoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Cirebon itu akhirnya dikerjasamakan dengan LPNU.

Hingga kini, lebih dari 20 pedagang telah menerima manfaat dari program ini. Hal itu dibenarkan Ketua LPNU Kabupaten Cirebon, Surahman melalui penanggung jawab program, Sonny Rahmat Sudrajat kepada cirebonplus.com, Rabu (14/3).

Sonny menjelaskan, jumlah penerima manfaat tersebut selain pedagang kaki lima (PKL) yang pernah dikoordinir LAZISNU, juga belasan pedagang kecil di lingkungan Pasar Sumber. Mereka mendapatkan tambahan modal dari kredit usaha yang difasilitasi LPNU.

“Sejak dibuka Senin (12/3) alhamdulillah langsung direspons positif para pedagang. Ada lebih dari 20 yang mendaftar, tetapi karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap, baru 17 pedagang yang pinjamannya sudah bisa dicairkan,” papar pria jangkung itu.

Setiap pedagang, lanjut Sonny, mendapatkan tambahan modal usaha Rp500 ribu. Pengembaliannya, akan dicicil selama 100 hari, dengan dua skema waktu yakni harian dan mingguan.

Kredit usaha tersebut, kata dia, transaksinya menggunakan akad musyarokah. Sehingga bagi hasilnya disepakati secara sukarela dengan persentase jauh lebih besar untuk para pedagang.

“Kalau Koperasi NU Artha Berkah legalitasnya sudah lengkap, maka program ini akan ditangani lembaga tersebut. Sehingga bisa dikelola secara profesional dan dinamis,” ujar dia.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi mengapresiasi semangat pengurus LPNU untuk ikut serta membangun perekonomian umat, khususnya warga NU. Program yang direalisasikan dianggap sangat konkret, karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan Nahdliyin.

Dikatakan persoalan yang dialami para pedagang selama ini adalah keterbatasan modal. Sejauh ini untuk penambahannya tak sedikit yang terjerat oleh para rentenir.

Maka, sambung dia, kehadiran Kredit Wirabina NU dengan sistem bagi hasil yang cukup kecil, selain meringankan beban pedagang, juga dapat ikut mengembangkan usaha mereka. “Ini langkah nyata dan saangat membantu pedagang keluar dari hutang rentenir,” tegas dia. (*)

Laporan: El Fajri

Related posts