kuping kiri

Luruskan Kekhawatiran Pedagang Tegalgubug, Manajemen Beberkan Manfaat Pembangunan PGTC bagi Daerah

Luruskan Kekhawatiran Pedagang Tegalgubug, Manajemen Beberkan Manfaat Pembangunan PGTC bagi Daerah

Cirebonplus.Com (Ci+) – Manajemen Pusat Grosir Tegalgubug Cirebon (PGTC) Moizland yang berlokasi di Kecamatan Arjawiangun, Kabupaten Cirebon mengklarifikasi kekhawatiran beberapa pedagang soal imbas pembangunan pasar sandang modern. Sebaliknya, pihak Moizland justru menyampaikan dampak positif dari keberadaan PGTC.

Marketing Communication Moizland, Yussi  mengatakan, PGTC akan berdampak positif bagi masyarakat setempat, termasuk para pedagang yang selama ini telah berada di Pasar Induk Sandang Tegalgubug. PGTC yang dibangun oleh Moizland akan menjadi sentra perdagangan pakaian dan tekstil terbesar di Asia Tenggara, seperti haalnya Pasar Tegalgubung yang telah ada selama ini.

Menurutnya, pembangunan PGTC diyakini akan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Tegalgubug dan sekitarnya. Selain itu, akan menjadi pelopor pembangunan pasar dengan konsep modern di Kabupaten Cirebon yang membanggakan bagi pembangunan di wilayah III Cirebon di tingkat nasional.

“Tentunya Keberadaan PGTC itu sendiri akan menggairahkan industri usaha mikro kecil dan menengaj (UMKM) setempat. Salahsatunya dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan pendapatan daerah Tegalgubug itu sendiri,” kata Yussi dalam rilisnya kepada cirebonplus.com, Sabtu (29/7).

Pihaknya menolak disebut merugikan. Sebaliknya PGTC ingin menjadikan Tegalgubug sebagai kawasan perdagangan dan pariwisata yang modern dan terintegrasi. Namun, akan tetap memperhatikan kearifan sosial dan budaya lokal yang selama ini telah terbangun dengan baik di wilayah tersebut.

“Kami akan maju bersama, karena ini sudah saatnya masyarakat di wilayah Tegalgubug maju dan berkembang dengan baik sesuai visi dan misi kami. Masyarakat Tegalgubug juga harus siap mengikuti perkembangan perekonomian daerah dengan adanya PGTC,” ujarnya.

Sebelum pembangunan PGTC, pihaknya terlebih dahulu membangun komunikasi dengan padangan setempat. Artinya, sebelum mengundang pedagang dari luar daerah, pihaknya akan memprioritaskan pedagang lokal dulu. Selain itu, keberadaan PGTC akan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar dan ini akan diutamakan.

“Pembangunan PGTC ini tidak akan melupakan pedagang lama. Akan tetapi kedatangan kami justru ingin memfasilitasi pedagang kecil yang selama ini belum memiliki kios, agar mereka bisa berjualan dengan baik dan lebih nyaman, dan tentunya, harga kios kami pun sangat terjangkau, dengan kenyamanan pengunjung berbelanja juga sertifikat hak milik yang akan menjadi aset bagi pedagang yang memilikinya,” papar Yussi.

Selain itu, sambung Yussi, setelah gedung PGTC berdiri, pihaknya akan memberikan sewa  subsidi bagi beberapa pedagang kecil yang tidak mampu selama periode yang ditentukan. Pihaknya akan sebaik mungkin membangun dan menjalin komunikasi, serta bersilahturahmi agar berjalan dengan baik.

Pihaknya juga berharap adanya dukungan penuh dari berbagai pihak dalam menyukseskan pembangunan PGTC di Kabupaten Cirebon. Sejauh ini banyak didukung oleh pedagang Tegalgubug, bahkan penjualan softlaunch tahap pertama telah habis.

Melihat respons tersebut, pihaknya optimis proyek PGTC berjalan lancer dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan daerah. Apalagi pembangunannya tidak menggunakan lahan pasar tradisional yang ada atau terpisah.

“Keberadaan PGTC untuk meningkatkan kemajuan Pasar Tegalgubug dalam rangka menyongsong beroperasinya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pedagang dari Malaysia yang berbelanja grosir di Bandung misalnya, nanti bisa diarahkan ke PGTC,” pungkasnya. (*)

Laporan: DK Priyansa/Rilis

Related posts