kuping kiri

Mahasiswa-Santri Babakan Ikut Galang Dana Peduli Korban Longsor, Lumayan untuk Logistik Dapur Umum

Mahasiswa-Santri Babakan Ikut Galang Dana Peduli Korban Longsor, Lumayan untuk Logistik Dapur Umum

CIREBON (Ci+) – Kepedulian terhadap korban longsor Desa Gemulunglebak, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon terus ditunjukkan kalangan mahasiawa, pemuda dan santri. Kali ini giliran mahasiswa dan santri Pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon yang mekakukan penggalangan dana.

Pantauan cirebonplus, Selasa siang (21/2), sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Ma’had Ali (STAIMA) Cirebon berkumpul di dekat lampu merah Palimanan. Tak lama berselang beberapa santriwan dan santriwati dari Pondok Pesantren (Pontren) Babakan Ciwaringin ikut bergabung. 

Ketua PMII Komisariat STAIMA, Muhammad Jalal Assayuti mengatakan, aksi sosial penggalangan dana dilakukan secara spontan setelah membaca pemberitaan tentang kondisi korban longsor Gemulunglebak. Mahasiswa dan santri merasa terpanggil untuk ikut mengurangi penderitaan para korban, terutama yang kehilangan tempat tinggal dan kerugian materil.

“Apa yang dilakukan ini tidaklah seberapa. Tetapi meskipun sedikit insya Allah berarti. Jika kepedulian ini dilakukan banyak orang, maka bisa menolong banyak orang,” kata Jalal.

Setelah dana terkumpul, sambung Jalal, akan diserahkan kepada rekan-rekan relawan gabungan mahasiswa dan pemuda yang telah mendirikan posko peduli bencana. Pihaknya menyerahkan seenuhnya untuk dibelikan sesuatu yang sangat dibutuhkan warga.

Sementara itu, Koordinator Relawan Peduli Korban Longsor Gemulunglebak, Zaenal Muttaqin mengatakan, uang yang terkumpul dari relawan penggalangan dana akan dibelanjakan untuk mememuhi kebutuhan dapur umum. Banyak warga korban longsor yang memanfaatkan dapur umum untuk kebutuhan makan sehari-hari.

“Warga korban bencana longsor Desa Gumulunglebak saat ini setidaknya membutuhkan bantuan perlengkapan dapur umum, yang memang sudah mulai kosong saat ini. Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi memberikan bantuan,” papar dia.

Semua itu, sambung dia, hanya bersifat jangka pendek. Untuk jangka panjang, pihaknya akan berusaha bersama aparatur desa dan pihak terkait guna mencari solusi pembangunan fisik, terutama bagi warga yang rumahnya rusak dan hanyut.

Karena itulah yg menjadi pekerjaan rumah (PR) besar ke depan, yakni bagaimana penanganan warga yang rumahnya roboh rata dengan tanah dan tidak bisa ditempati. Mereka tidak bisa terus tinggal di tempat pengungsian dalam jangka waktu lama. (*)

Laporan: Mahrus Ali

Related posts