kuping kiri

Masih Banyak Sampah Liar Berserakan, DLH Diminta Gandeng Komunitas-Aktivis Lingkungan

Cirebonplus.com (C+) – Pasca penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Ciledug tahun lalu, kini semakin banyak sampah liar di wilayah timur Cirebon (WTC). Seperti di Kecamatan Astanajapura, sampah liar di samping jalan, semakin menumpuk. Pasalnya, sampah liar tersebut, hampir ketengah-tengah jalan.

Ketua Bidang Pengelolaan Sampah dan Advokasi Lingkungan, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Cirebon, Rizki Pratama mengatakan, permasalahan sampah di Kabupaten Cirebon belum selesai. Pasalnya, semua kalangan masyarakat telah banyak memproduksi sampah dan membuangnya secara sembarangan.

“Di Cirebon timur sendiri, perihal sampah ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, kalau mau dianggap sepele jangan sampai, kalau mau dianggap keras pun jangan terlalu. Pasalnya sampah merupakan produksi berbagai kalangan masyarakat, pasti per harinya akan membuang sampah,” papar Rizki saat dihubungi Cirebonplus.com, Selasa (26/3).

Diakui Rizki, sampai sekarang ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) belum mampu menggaet komunitas yang peduli terhadap lingkungan. Baginya DLH hanya memikirkan pekerjaannya saja.

“Dinas Lingkungan Hidup pun, terutama yang menangano persampahan, harus mengajak dan berkerjasama dengab komunitas-komunitas yang peduli akan sampah. Menurut saya respon dari mereka (DLH) masih kurang, dalam artian hanya memikirkan jobdesk program mereka saja, seperti mereka meluncurkan program Tempat Pembuangan Sementara (TPS),”ujar Rizki.

Program yang diluncurkan DLH diapresiasi pihaknya, namun dirasa masih ada kekurangan terkait program tersebut. Sekarang sudah ada TPS di setiap kecamatan, sayangnya pemerintah desa tak pernah menyosialisasikan. Selain itu, harus dimaksimalkan juga tempat pembuangan sampah untuk warganya.

Rizki menilai, warga masih menganggap sepele terkait sampah. Apalagi sampah pelastik yang sulit terurai.

Sementara itu, Sekretaris Umum Bersih Lingkungan (Berlin) Astanajapura, Muhammad Tajul Aripin, menyampaikan, sampah liar di wilayah timur Cirebon tidak hanya di Astanajapura saja. Di Astanajapura mislanya di dekat SMK Samudra dan lainnya.

“Di Kecamatan Lemahabang juga ada, sekitar di Pasar Sindang yang arah Japura. Bahkan di wilayah itu sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Tajul.

Diakui, pihaknya belum pernah diajak kerjasama oleh DLH. Tajul berharap DLH jangan hanya mengajak kerjasama komunitas lingkungan yang sudah ada legalitasnya.

“Berlin memang independen, terbentuknya Berlin karena ada keresahan dari temen-temen terkait sampah. Ya harapan kami DLH jangan hanya menggait komunitas lingkungan yang sudah ada legalitasnya, tapi semua komunitas peduli lingkungan harus digaet,” ungkap Tajul. (Muhamad Surya/C+3)

Related posts