kuping kiri

Masyarakat Makin Melirik Sekolah NU, Kang Aziz: Peningkatan Kualitas Harga Mati

Masyarakat Makin Melirik Sekolah NU, Kang Aziz: Peningkatan Kualitas Harga Mati

CIREBON (Ci+) – Selain ratusan pesantren besar dan kecil, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon juga memiliki aset sekolah dan madrasah. Ada ratusan sekolah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU.

Namun demikian, berdasarkan hasil investarisir Pengasuh Pesantren Assalafie Babakan, Ciwaringin, KH Aziz Hakim Syaerozi bersama para ketua Majelis Wakil Cabang (MWC), masih banyak sekolah yang tidak berlabel NU meskipun terdaftar di LP Maarif.

Menurut Kang Aziz usai ziarah ke Makam Mbah Kuwu Cirebon di talun bersama para ketua MWC, memunculkan identitas ke-NU-an itu sangat penting. Terlebih saat ini banyak masyarakat yang ingin memastikan lembaga pendidikan untuk anak-anaknya bukan yang berhaluan radikal.

“Itu salahsatu manfaatnya. Masyarakat sudah memahami bahwa lembaga pendidklikan NU atau Maarif jauh dari ajaran radikal, bahkan sebaliknya mengajarkan Islam yang ramah dan mengutamakan moralitas. Karena itu jangan sungkan melabeli sekolah dengan NU,” kata Kang Aziz, Rabu (22/2).

Pria yang didorong para ketua MWC NU untuk menjadi ketua PCNU Kabupaten Cirebon periode 2017-2022 itu mengatakan, seperti halnya penguatan pesantren, memajukan sekolah NU sama dengan memajukan bangsa, sebab tidak ada yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebangsaan. Karena itu, aset besar lembaga pendidikan yang dimiliki NU itu harus dikembangkan secara serius mulai dari sarana dan prasarana, kurikulum, kualitas guru, networking, dan hal lainnya.

Hasil kajian lainnya, LP Maarif dan banyak sekolah NU selama ini berjalan sendiri terutama dalam mencari anggaran pengembangan dan belum maksimal dalam penguatan kurikulum berbasis Ahlussunnah Wal Jamaah. Ke depan, PCNU secara lembaga harus berperan besar memberikan perhatian terhadap sekolah dan madrasah NU.

“Di sinilah PCNU Kabupaten Cirebon sebagai induk dari LP Maarif dan induk ratusan sekolah-madrasah harus hadir. Sebab, pendidikan berkualitas menentukan masa depan bangsa,” kata dia. (*)

Laporan: Mahrus Ali

Related posts