kuping kiri

Mulok Sejarah Cirebon Sangat Penting, Akademisi Siap Sumbangkan Disertasi

Mulok Sejarah Cirebon Sangat Penting, Akademisi Siap Sumbangkan Disertasi

CIREBON (Ci+) – Gagasan memasukkan pengetahuan sejarah Cirebon sebagai muatan lokal (mulok) di semua jenjang pendidikan, mulai dasar hingga menengah, direspons positif sejarawan sekaligus dosen filologi dan sastra Cirebon, A Opan Safari MHum. Ia sangat setuju sejarah lokal diajarkan sejak dini, karena besar manfaatnya.

Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon itu berharap pemerintah segera merespons gagasan ini dan langsung membuat perencanaan atau persiapan untuk mengaplikasikannya. “Pemerintah harus cepat merespons dan segera membuat formula yang pas untuk pelajaran sejarah lokal bagi pelajar,” ujar Opan kepada cirebonplus.com, Kamis (12/1).

Saat ini, sambungnya, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) tidak perlu khawatir untuk bahan ajarnya. Di Cirebon sudah banyak yang konsens, terutama akademisi.

Di IAIN misalnya, sudah ada Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI) yang di antara kajiannya adalah sejarah Cirebon. Selama ini sudah banyak disertasi sejarah Cirebon yang belum dimanfaatkan oleh pemerintah.

Butuh tim khusus dari Disdik, terutama Bagian Kurikulum untuk menghimpun bahan ajar, bila memang pemerintah setuju sejarah daerah jadi mulok. Sebab, bila hasil disertasi langsung dibukukan dan dipakai guru, pasti akan kesulitan.

“Guru akan kesulitan menerjemahkan bahasa disertasi untuk disampaikan kepada siswa. Karena disertasi kan bersifat akademik,” ujar dia.

Dikatakan, jika pemerintah tidak cepat ambil sikap tentang gagasan ini, maka ke depan anak tidak akan tahu dengan identitas dirinya. Pasalnya, di antara tujuan pengetahuan sejarah adalah untuk mengetahui identitas diri dan para leluhurnya.

Apabila anak tidak tahu, sambungnya, akan mudah terombang-ambing oleh budaya luar misalnya mengikuti gaya Amerika, ala Korea, dan lain sebagainya. “Maka kecintaan anak pada daerahnya akan hilang, karena sejarah dan budaya juga bisa membentuk karekter,” pungkasnya. (*)

Laporan: Hamdi Muntadir

Related posts