kuping kiri

Nasdem Cabut Dukungan ke Petahana, Gabung ke PKB Usung Luthfi-Agus

Nasdem Cabut Dukungan ke Petahana, Gabung ke PKB Usung Luthfi-Agus

Cirebonplus.com (C+) – Ada kejutan di injury time. Tiga calon bupati-wakil bupati Cirebon telah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) antara lain H Sunjaya Purwadisastra-H Imron Rosyadi, H Kalinga-Hj Dian Hernawa Susanti, H Rakhmat-H Yayat Ruhyat, tapi ada gelagat bakal ada empat pasang calon.

Pasca pendaftaran Rakhmat-Yayat Rabu (10/1) pukul 13.00, petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon berkomunikasi intens dengan pimpinan DPD Partai Nasdem. Hasilnya cukup memberikan kejutan, kedua partai menyepakati bergabung untuk membangun koalisi dan siap mendaftarkan calonnya.

Lalu siapa yang diusung koalisi PKB-Nasdem? Berdasarkan informasi yang beredar, termasuk berseliweran di media sosial, Ketua DPC PKB H Muhammad Luthfi akan menggandeng Ketua DPD Partai Nasdem yang baru, H Agus Supriyadi.

Bahkan, di media sosial juga sudah muncul undangan umum kepada masyarakat untuk ikut mengantar pasangan Luthfi-Agus ke KPU. Termasuk flyer foto kedua bakal calon tersebut.

Bismillahirrohmanirrohim. Mohon doa dan dukungan PKB akan daftar cabup/cawabup. Malam ini pukul 21.00. Pasangan Moh Luthfi & Agus Supriyadi. (PKB & Nasdem) 8+4 = 13 (kursi),” bunyi undangan via Whatsapp.

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Cirebon, H Sukaryadi membenarkan kabar tersebut. Informasi yang ia peroleh, Partai Nasdem mencabut dukungan untuk petahana Sunjaya-Imron dan mengalihkannya untuk berkoalisi dengan PKB.

Sukaryadi mengaku sangat senang mendengar kabar tersebut. Pasalnya, sesuai dengan keinginan dirinya dan para ketua DPC, Ranting, dan struktur lainnya yang tidak menghendaki Nasdem mendukung petahana di Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018.

“Memang belum turun rekomendasinya. Tapi sedang diurus di DPP Partai Nasdem. Kami support asal bukan petahana,” mantan ketua DPD Partai Nasdem itu kepada cirebonplus.com.

Meskipun posisinya telah digantikan oleh Agus Supriyadi, namun Sukaryadi mengaku tidak ada masalah secara prinsip. Apa yang terjadi dianggap sebagai dinamika politik biasa dan sebagai kader ia tetap harus mendukung. (*)

Laporan: Tim Redaksi

Related posts